Inovasi Energi Terbarukan Karya Siswa SDIT Al Ikhlas di Pamerkan di Digital Festival Cisadane 2025

 

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Indonesia. Siswa kelas 4 SDIT Al Ikhlas, Cipondoh, Kota Tangerang, sukses meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang ICC (Indonesia Creative Competition) 2025 yang diselenggarakan oleh PLN pada September lalu.

Bacaan Lainnya

Kompetisi ini menantang peserta untuk menciptakan inovasi berbasis renewable energy, sebuah isu yang tengah menjadi perhatian besar di Indonesia.

Dalam kompetisi tersebut, para siswa SDIT Al Ikhlas, Kasyaf, Adeeva dan Khaka memilih menghadirkan gagasan berbeda. Menurut mereka, penggunaan solar cell sudah terlalu umum dan mudah ditemui.

Mereka kemudian mencari sumber alternatif lain dan akhirnya menciptakan inovasi pemanfaatan gelombang laut sebagai energi listrik melalui sistem vertikal dengan model pelampung.

Proses pengerjaan dilakukan selama satu bulan penuh dengan metode trial and error.

Hebatnya, seluruh maket dan perangkat dibuat dari bahan daur ulang, sesuai ketentuan panitia yang membatasi anggaran hanya hingga Rp5 juta.

Inovasi ini pun sukses memukau dewan juri, salah satunya profesor dari ITS bidang elektro, hingga akhirnya meraih dua penghargaan sekaligus kategori 1–21 ICC 2025.

Keberhasilan di tingkat nasional membawa mereka melaju ke kompetisi tingkat ASEAN dua minggu kemudian. Dalam ajang yang diikuti peserta dari Malaysia, Laos, dan Vietnam tersebut, tim cilik Indonesia ini kembali unjuk gigi. Mereka berhasil menyabet Champion Gold Medal, mengalahkan para pesaing dengan nilai sempurna.

Prestasi ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Tangerang yang mengapresiasi karya para siswa tersebut. Pemerintah berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemantik bagi anak-anak lain untuk berani berkarya dan berinovasi.

Maka itu, kasil karya mereka saat ini ditampilkan di Digital Festival Cisadane 2025.

“Main itu tidak hanya bermain handphone atau membeli mainan. Anak-anak bisa membuat sesuatu yang mereka suka dan bahkan memberi kontribusi bagi negara,” ujar Bunga orang tua dari Kasyaf.

Tidak hanya meraih medali, para siswa ini kini juga kerap diundang sebagai pembicara di berbagai sekolah, termasuk dari luar daerah seperti Surabaya. Mereka bahkan mampu mengungguli peserta dari jenjang yang jauh lebih tinggi, termasuk siswa SMA dari Purbalingga.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan inovasi tidak mengenal usia. Harapannya, anak-anak ini kelak dapat menjadi generasi penerus bangsa yang membawa semangat BJ Habibie dalam dunia teknologi Indonesia.

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.