JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Rumah Sakit Murni Teguh Pejaten, Jakarta Selatan, resmi beroperasi sebagai cabang ke-11 dari jaringan PT Murni Sadar Tbk. Fasilitas kesehatan ini hadir dengan layanan unggulan pengobatan kanker dan jantung, sekaligus menjadi tonggak penting dalam perluasan akses layanan kesehatan berkualitas di Indonesia. Kamis, 25 September 2025.
Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk, DR. dr. Mutiara, MHA, MKT, menegaskan bahwa kehadiran rumah sakit ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Walaupun rumah sakit di Jakarta sudah banyak, kebutuhan layanan kesehatan, terutama untuk kanker dan jantung, masih terus meningkat. Kami ingin hadir bukan hanya untuk mengobati, tetapi juga memberikan layanan pencegahan,” ujarnya dalam konferensi pers.
Bangunan rumah sakit yang sebelumnya merupakan apartemen ini telah dialihfungsikan dengan nilai investasi sebesar Rp330 miliar. Saat ini RS Murni Teguh Pejaten memiliki kapasitas 100 tempat tidur dan akan ditingkatkan bertahap hingga 200 tempat tidur.

Selain layanan utama di bidang kanker dan jantung, rumah sakit ini juga menyediakan layanan ortopedi, pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check up), vaksinasi, serta fasilitas preventif lainnya. Walaupun layanan operasi jantung belum tersedia, pihak rumah sakit menargetkan akan melengkapinya di masa mendatang.
RS Murni Teguh Pejaten dilengkapi peralatan medis canggih, seperti MRI, CT Scan, Cath Lab, LINAC, PET Scan, Robotic Surgery, Panoramic, hingga X-Ray. Rumah sakit ini juga didukung tenaga kesehatan profesional di bidangnya untuk memastikan pelayanan yang cepat, aman, dan sesuai standar nasional maupun internasional.
Pihaknya berkomitmen memberikan patient experience terbaik dengan pendekatan patient-centered care dan teknologi modern.
Sementara itu, Presiden Komisaris PT. Murni Sadar Tbk, Bpk. Tjhin Ten Chun menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan fasilitas kesehatan berteknologi tinggi yang mampu melayani seluruh lapisan masyarakat.
Untuk saat ini, layanan RS Murni Teguh Pejaten dapat diakses melalui pembayaran mandiri (self payment) dan asuransi swasta, namun ke depan pihak rumah sakit berencana menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Kami berharap kehadiran rumah sakit ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat, khususnya di Jakarta Selatan, yang membutuhkan layanan unggulan, terutama di bidang kanker dan jantung,” pungkasnya.









