PALESTINA, LENSABANTEN.CO.ID – Situasi di Israel dan Jalur Gaza semakin memanas setelah faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza menembakkan serangkaian roket ke arah Israel pada Sabtu 7 Oktober 2023 pagi waktu setempat. Sistem pertahanan Iron Dome Israel berhasil mencegat beberapa serangan roket, tetapi beberapa juga mencapai wilayah Israel, menyebabkan sejumlah orang terluka, terutama di Ashkelon.
Militer Israel telah menyatakan kesiapan untuk berperang sebagai respons terhadap serangan roket tersebut. Sirene darurat terdengar di berbagai wilayah Israel tengah, termasuk Tel Aviv, Rehovot, Rishon Lezion, dan Pangkalan Udara Palmachim. Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata kelompok perlawanan Palestina Hamas, mengumumkan dimulainya operasi dengan roket yang menargetkan lokasi Israel, termasuk bandara dan instalasi militer.
“5.000 roket dan peluru ditembakkan dari Gaza menuju Israel dalam 20 menit pertama operasi,” kata Brigade Al-Qassam dalam sebuah pernyataan.
Tidak hanya serangan roket, sejumlah pria bersenjata Palestina juga dilaporkan menyusup ke wilayah Israel yang berdekatan dengan Jalur Gaza. Israel telah mengerahkan pasukannya untuk menangani insiden ini.
Bentrokan bersenjata antara faksi-faksi Palestina dan pasukan Israel juga dilaporkan terjadi di pagar timur Jalur Gaza. Para saksi mata melaporkan bahwa orang-orang bersenjata dari faksi-faksi Palestina juga menembakkan senjata ke kapal-kapal Israel di lepas pantai Jalur Gaza. Akibat situasi ini, sekolah-sekolah di Jalur Gaza ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Situasi ini mengkhawatirkan dan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut, dan perkembangan selanjutnya tetap perlu dipantau dengan cermat.









