Katarak Bukan Lagi Hambatan, Sopiah Kembali Melihat Dunia Berkat Program Jkn

Katarak Bukan Lagi Hambatan, Sopiah Kembali Melihat Dunia Berkat Program Jkn
Katarak Bukan Lagi Hambatan, Sopiah Kembali Melihat Dunia Berkat Program Jkn

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Harapan untuk melihat dunia dengan lebih jelas akhirnya terwujud bagi E. Sopiah (74), salah seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setelah menjalani operasi katarak di salah satu rumah sakit di Kota Tangerang.

Dengan didampingi oleh menantu dan cucunya, Sopiah menyampaikan rasa syukurnya karena operasi tersebut berjalan lancar dan sudah diperbolehkan pulang.

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan bahwa awalnya sempat ragu dan takut menjalani operasi karena berbagai pertimbangan, terutama karena masalah biaya yang seringkali menjadi kendala utama bagi masyarakat seusianya.

“Yang namanya operasi itu kan mahal, apalagi saya sudah tua, jadi rasa takut itu pasti ada. Tapi karena bujukan dari anak saya yang terus meyakinkan, akhirnya saya memberanikan diri untuk melakukan operasi tersebut. Kata anak saya, ini semua dibiayai oleh pemerintah melalui program JKN. Ternyata itu benar, semua tindakan medis yang saya lakukan tidak mengeluarkan biaya sedikit pun,” ujar Sopiah, Senin, 21 Juli 2025.

Dalam ceritanya, keluarganya pun terlihat lega dan bahagia setelah Sopiah selesai menjalani operasi. Mereka mengaku sangat terbantu dengan program pemerintah yang tidak hanya meringankan beban biaya, tapi juga memberikan pelayanan yang layak bagi para lanjut usia.

Sopiah menambahkan bahwa sebelum operasi, penglihatannya semakin kabur dan sulit mengenali wajah orang, bahkan ketika orang tersebut berada dalam jarak dekat. Aktivitas sehari-hari seperti membaca, menjahit, dan menonton televisi menjadi sangat terbatas. Ia sempat pasrah dan berpikir kondisi itu adalah bagian dari proses menua.

“Penyakit saya ini sebenarnya sudah mengganggu cukup lama. Dari hari ke hari semakin kabur, kadang sudah susah mengenali wajah orang-orang sekitar saya. Sudah sempat pasrah juga sama kondisi seperti ini, dulu saya beranggapan mau gimana lagi biaya pengobatan memang mahal kan. Begitu tahu semuanya gratis dan prosedurnya tidak serumit yang dibayangkan, saya langsung merasa tenang. Yang saya pikirkan sebelumnya hanya takut sakit dan harus bayar mahal,” ujar Sopiah.

Lebih lanjut, Sopiah mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kota Tangerang yang telah memberikan perhatian besar kepada masyarakat, terutama warga lanjut usia yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Ia mengakui bahwa kebijakan dan program kesehatan saat ini sangat terasa manfaatnya di kalangan bawah, terutama di masa-masa ketika biaya hidup semakin meningkat dan akses pelayanan kesehatan berkualitas menjadi kebutuhan utama. Ia pun berharap program seperti ini terus dilanjutkan dan menjangkau seluruh masyarakat agar semakin banyak warga yang bisa merasakan manfaatnya.

“Tapi ternyata diurus semuanya dari awal sampai selesai oleh pihak rumah sakit. Dokter dan perawatnya juga sangat ramah dan sabar menjelaskan semua proses kepada saya. Saya merasa aman, benar-benar merasa diperlakukan dengan hormat sebagai pasien. Tentunya, saya sekeluarga sangat berterima kasih kepada pemerintah Kota Tangerang karena telah membantu kami sebagai masyarakat untuk dapat terdaftar sebagai peserta program JKN. Kami jadi memiliki harapan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” ungkap Sopiah.

 

Di akhir pertemuannya, Sopiah mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut aktif dalam penyelenggaraan Program JKN. Menurutnya, program ini milik masyarakat Indonesia sehingga sudah sepatutnya semua warga ikut menjaga, mendukung, dan memanfaatkannya dengan bijak. Ia menekankan bahwa gotong royong adalah inti dari Program JKN, di mana warga sehat membantu yang sedang sakit, dan yang mampu membantu yang kurang mampu.

Dengan sistem ini, kata Sopiah, tidak ada lagi alasan bagi masyarakat kecil untuk takut berobat karena tidak punya uang. Ia berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya memiliki kepesertaan aktif dalam JKN dan tidak menunda-nunda untuk mendaftar, membayar iuran tepat waktu, serta menyebarkan informasi yang benar tentang manfaat program ini kepada sesama.

“Seharusnya masyarakat Indonesia sudah tidak perlu takut untuk berobat ke fasilitas kesehatan. Saya yakin dengan kita bersama-sama saling menjaga, mendukung, dan memanfaatkan program ini dengan bijak, setiap warga Indonesia dapat merasakan layanan kesehatan yang baik. Harapannya masyarakat Indonesia bisa sadar akan pentingnya iuran program JKN ini ya, sehingga sistem gotong royong yang telah dibangun dapat berjalan dengan lancar,” pungkas Sopiah

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.