TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Rida, korban dugaan persekusi dalam perkara yang menyeret nama Bahar bin Smith, mengaku terpukul atas keputusan penangguhan penahanan tersebut. Ia menilai keputusan itu menambah beban psikis yang hingga kini belum pulih sepenuhnya.
“Saya pribadi sangat kecewa. Katanya alasan penangguhan karena sebagai tulang punggung, saya juga tulang punggung. Perekonomian saya sampai sekarang belum stabil karena mengawal kasus ini,” ujarnya kepada awak jurnalis di Pondok Pesantren Roudlatusalaam, Cimone, pada Kamis, 12 Februari 2026.
Rida mengatakan trauma yang dialaminya masih terus membekas. Tekanan psikologis itu, menurutnya, juga dirasakan oleh keluarganya.
“Oh, tetap masih ada. Saya pribadi dan keluarga saya juga,” katanya.
Ia memastikan tidak akan menerima tawaran damai dalam perkara tersebut. Rida meminta proses hukum tetap berjalan hingga tuntas tanpa kompromi.
“Tetap lanjut selesaikan kasus ini sampai tuntas. Penjarakan Bahar, tangkap Bahar. Cukup itu saja,” tegasnya.
Rida juga mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan saat pemeriksaan terhadap Bahar dilakukan. Ia mengetahui informasi tersebut secara mendadak tanpa pemberitahuan resmi sebelumnya.
“Kita nggak tahu akan ada pemeriksaan itu. Tidak dikasih tahu polisi,” ucapnya.
Terkait kronologi, Rida menyebut dirinya datang ke acara Maulid Nabi pada Minggu malam, 21 September 2025, untuk mendengar ceramah. Namun situasi berubah ketika ia hendak bersalaman dan justru dicegat.
“Saya niat datang untuk mendengar ceramah. Ternyata dicegat dan dituduh mencolok atau menjambak, itu tidak benar,” katanya.
Ia mengaku kemudian dipiting dan dibawa ke dalam ruangan tertutup. Di tempat itu, ia menyebut mengalami kekerasan secara bergantian serta mendapat ancaman serius.
“Saya dipukuli bergantian, disekap pakai handuk basah sampai nggak bisa napas, diancam pakai sajam mau dimutilasi,” ungkapnya.
Rida mengatakan hingga kini kasus tersebut belum juga selesai. Ia berharap aparat penegak hukum memberikan keadilan atas peristiwa yang dialaminya.
“Sampai saat ini kasusnya masih belum selesai. Harapan saya sampai detik ini minta keadilan dari pihak yang berwajib karena kemarin saya didatangin oleh pihak kepolisian, kemarin sore sekitar jam 5, diarahkan untuk melakukan Restorative Justice (RJ),” ujarnya.
Ia juga mengungkap sempat dijemput polisi pada malam hari dengan alasan akan ada pendampingan dari ketua PC. Namun menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
“Bahkan saya jam 7 malam dijemput oleh polisi dan disitu katanya ada ketua PC yang akan mendampingi tapi ternyata tidak, bahkan saya dikelabui. Alhamdulillah saya tidak hadir dan sampai saat ini kasus akan tetap jalan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Rida kembali menyampaikan harapannya agar proses hukum berjalan tegas. Ia meminta agar status hukum terhadap terlapor segera diperjelas.
“Saya berharap Bahar segera ditersangkakan, ditangkap, dan dipenjarakan,” tegasnya.
Kasus ini masih bergulir dan menjadi perhatian publik. Rida berharap proses hukum berjalan transparan serta memberikan kepastian hukum bagi dirinya dan keluarga.










