TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Selain pengawasan terhadap TPPO, Imigrasi Soekarno-Hatta juga meningkatkan kewaspadaan terhadap isu kesehatan global. Hal ini menyusul munculnya wabah virus Nipah di sejumlah negara luar.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana, mengatakan komunitas bandara telah menggelar rapat koordinasi. Langkah tersebut dilakukan bersama unsur CIQ untuk memperkuat sistem deteksi dini.
“Ini kan juga momentum mungkin ada kemarin ada outbreak virus Nipah di negara luar. Kemudian kita komunitas bandara sudah melakukan rapat antisipasi,” ujarnya pada Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menyebut, seluruh pihak sepakat menjadikan deklarasi kesehatan sebagai filter awal bagi penumpang internasional. Sistem tersebut dilakukan melalui platform “Oleh Indonesia”.
“Dan semuanya sepakat bahwa setidaknya filter pertama adalah deklarasi diri melalui ‘Oleh Indonesia’. Nah, karena saat ini kita belum memiliki instrumen paksa untuk memaksa penumpang itu mengisi pada saat sebelum berangkat di negara origin,” jelasnya.
Menurutnya, belum adanya dasar hukum yang mewajibkan pengisian sebelum keberangkatan menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pihaknya akan mengusulkan penguatan regulasi kepada pimpinan.
“Nah ini kita berembuk akan menyampaikan kepada pimpinan, mungkin akan diakomodasi melalui Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sebagai koordinator kemarin,” katanya.
Ia menilai, jika regulasi diperkuat, penumpang dapat mengisi deklarasi sebelum tiba di Indonesia. Hal itu akan mempercepat proses kedatangan sekaligus meningkatkan efektivitas early warning system.
“Jadi selain memang tidak akan ada antrean, tapi early detection atau early warning tadi itu bisa tertangkap oleh stakeholders di sini, CIQ. Barangkali mungkin dia ada indikasi, deklarasi, walaupun nanti pada akhirnya kan akan ada cek termal juga,” ujarnya.
Galih menambahkan, secara prinsip sistem deklarasi sudah bisa diisi tiga hari sebelum keberangkatan. Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan agar mekanisme tersebut dapat dimaksimalkan sebelum penumpang terbang ke Indonesia.
“Prosesnya adalah kita sedang mengupayakan agar penumpang bisa mengisi bahkan sebelum mereka terbang ke sini. Karena pada prinsipnya kan sudah bisa diisi tiga hari sebelum keberangkatan,” pungkasnya.










