CIANJUR, LENSABANTEN.CO.ID – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) memutuskan untuk menutup total seluruh aktivitas pendakian selama lima hari, terhitung mulai tanggal 7 hingga 11 Agustus 2026.
Langkah taktis yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE.18 Tahun 2026 ini diambil guna mengutamakan keselamatan pengunjung serta memaksimalkan upaya penanganan pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi tersebut.
Peristiwa kebakaran pertama kali dilaporkan melanda kawasan Alun-Alun Barat Suryakencana pada Kamis, 6 Agustus 2026, sekitar pukul 15.15 WIB. Laporan awal diterima petugas Resor PTN Wilayah Gunung Putri dari seorang pengelola basecamp bernama Dedi.
Berkat kesigapan petugas Kementerian Kehutanan, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dan para relawan, kobaran api yang membakar hamparan rumput kering seluas satu hektar berhasil dipadamkan sepenuhnya sebelum merembet ke area sabana edelweiss yang hanya berjarak lima meter dari titik api.
Kendati penyebab pasti masih dalam penyelidikan, informasi awal dari relawan menduga api bersumber dari kebocoran kompor pendaki yang meledak.
Belum sempat proses penyisiran dan pendinginan usai, titik api baru kembali terdeteksi di sekitar kawasan Kawah Wadon pada Jumat, 7 Agustus 2026 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa ini terpantau langsung melalui kamera pengawas (CCTV) Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ciloto.
Area vegetasi yang terbakar didominasi oleh semak belukar kering serta rerumputan, dan dipastikan tidak berdampak pada tanaman edelweiss.
Berbeda dengan Alun-Alun Suryakencana, kebakaran di Kawah Wadon diduga kuat dipicu oleh faktor alam akibat suhu tinggi di sekitar kawah vulkanik dan kondisi vegetasi yang sangat kering pada puncak musim kemarau, mengingat area ini merupakan zona inti yang steril dari aktivitas manusia.
Untuk mengendalikan kobaran api di Kawah Wadon yang sempat meluas hingga kawasan Tanjakan Rantai, kekuatan personel pemadam terus diperkuat. Pada hari Jumat, sebanyak 80 personel gabungan dari unsur MMP dan relawan telah diterjunkan melalui jalur Gunung Putri dan Cibodas.
Memasuki hari Sabtu, 8 Agustus 2026, kekuatan tim gabungan dilipatgandakan menjadi 142 personel yang terdiri dari petugas TNGGP, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan relawan guna melakukan pemadaman langsung serta membuat sekat bakar di tengah embusan angin kencang.
Kepala Balai Besar TNGGP Sadtata Noor Adirahmanta menegaskan bahwa langkah penutupan sementara ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan keselamatan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan.
Atas kebijakan penutupan ini, pihak pengelola memastikan akan memfasilitasi pengembalian dana (refund) secara penuh bagi para calon pendaki yang telah melakukan registrasi pada periode 7-11 Agustus 2026.
autan pengajuan pengembalian dana tersebut akan dikirimkan secara langsung melalui WhatsApp resmi BBTNGGP ke nomor ketua kelompok pendaki yang terdaftar.
Masyarakat dan para pencinta alam diimbau untuk selalu mematuhi regulasi yang berlaku dan mendapatkan informasi terkini dari kanal resmi BBTNGGP demi menjaga kelestarian ekosistem Gunung Gede Pangrango








