Alhamdulillah tertata agenda KURMA (Kajian Umum Ramadhan) yang digelar pada Kamis 28 Maret 2024, bertepatan dengan hari ke 17 Ramadhan 1445 H.
Pelaksanaan kajian dirasakan semakin hangat. Betapa tidak? Penceramahnya mantap, jama’ahnya cukup bergairah dan selalu siap santap akan keilmuan.
Momen ini menjadi kesempatan sharing dan ruang baik yang menuntun kemuliaan bagi insan beriman.
Program ini diinisiasi oleh Tim Humas MTsN 1 Kota Tangerang Selatan yang merupakan program rutinnya di setiap Ramadhan.
Materi yang diungkapkan oleh Ustazah Masri’ah, S.Ag., M.A. diawali dengan ‘Mensyukuri Kesempatan Ramadhan sebagai Anugerah’. Karena di antara beberapa sahabat atau kerabat mendapati Ramadhan tahun lalu sebagai momen terakhir baginya dan bagi kita yang membersamainya (rahimahumullah).
Bagi insan muslim harus menyadari waktu terbatas syahru Ramadhan. Bagaimana memaksimalkannya? Diksi (ayyaman ma’dudat) mesti dimanfaatkan untuk sebesar-besar perbanyak meningkatkan takwa dan kebaikan.
Sekecil apapun amal, pekerjaan yang membuat orang lain senang, maka Ramadhan berefek sebagai modal penting untuk hari-hari mendatang. Dengan waktu pula manusia dapat berinteraksi dengan penuh isi, mewarisi dan mewariskan, serta menerima dan memberikan kebermanfaatan yang sangat berlipat.
Menyifati kalangan orang bertakwa, yakni orang yang berhak memperoleh keberuntungan besar. Cirinya yaitu orang yang berdoa “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami benar-benar telah beriman. Maka ampunilah dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari adzab neraka.” Q.S. Ali Imran/3 ayat 16 berbunyi:
الّذين يقولون ربّنا إنّنا آمنّا فاغفرلنا ذنوبنا وقنا عذاب النّار
alladzina yaqŭlŭna rabbanä innanã ämannä faghfirlanã dzunŭbanã wa qinã àdzãbannãr
Dalam titik ini ada rahasia amalan penting dan peluang yang mengantarkan kita menghadirkan ragam kemudahan dan kemapanan dunia. Melalui menu tersebut kita terhimbau untuk memviralkan dan mengoptimalkan lima amalan utama: sabar, benar, taat, berinfak, serta memohon ampunan pada akhir malam (di waktu sahur).
Demikian tegas Allah pesankan dalam Q.S. Ali Imran/3 ayat 17.
Memperbanyak istigfar di waktu sahur adalah indikator takwa yang teratur. Istighfar yang benar melahirkan sifat sabar tiada terukur.
Output Ramadhan diharapkan tercipta momen datangnya ampunan (maghfirah), sehingga dalam keseharian terbangun hadirnya hati yang tangguh, bersikap tenang alias damai (sehat_salam), rizki yang dimudahkan, rahmat yang didekatkan dan pulang mendapat ridho Allah.
Lorong waktu 30 menit terasa sangat sempit. Di akhir kesempitan ini terdapat penguatan materi yang tercatat, “Akhiri perbuatan baik dengan doa-doa terbaik, selalu bermula dengan permohonan ampun, lalu lanjutkan dengan seruan keperluan yang ingin dikabulkan!” tegas Ustadzah.
Semoga kita termasuk Ibadurrahman, hamba yang disayang oleh Allah. Wallahu a’lam
Penulis: Hj. Siti Bahriah, MA
Guru Bahasa Arab / Kepala Perpustakaan









