TANGERANG,LENSABANTEN.CO.ID— Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman dan mencukupi hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Meski demikian, sejumlah komoditas strategis seperti cabai dan bawang mulai menunjukkan tren kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir.
Kepala DKP Kota Tangerang, Muhdorun, mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan harga dan stok pangan setiap hari di seluruh wilayah kota.
“Hasil pantauan terakhir kami, secara stok semua tercukupi. Memang ada beberapa komoditas yang harganya naik, seperti cabai dan bawang, tapi stok tetap aman. Tidak ada kelangkaan,” ujar Muhdorun, Jumat 13 Februari 2026.
Gerakan Pangan Murah Keliling 13 Kecamatan
Sebagai langkah antisipasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga, Pemkot Tangerang melalui DKP menggelar program Gerakan Pangan Murah yang akan berlangsung hingga 13 Maret mendatang. Program ini menyasar seluruh kecamatan di Kota Tangerang secara bergilir.
“Hari ini kita hadir di Kecamatan Tangerang. Masyarakat bisa membeli beras, minyak goreng, telur, cabai, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga di bawah pasar,” jelas Muhdorun.
Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan menekan lonjakan harga, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan berkualitas di tengah tekanan inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan yang layak dan terjangkau. Makanya kita keliling, jangan sampai masyarakat kesulitan karena harga pasar sedang naik,” tambahnya.
Dengan stok yang aman dan intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Kota Tangerang optimistis masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dan merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran akan harga dan ketersediaan pangan.









