TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Seorang pemilik toko kelontong di Jalan Otista No. 18 A, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, menjadi korban penipuan oleh pria yang mengaku sebagai anggota Koramil. Kejadian ini berlangsung pada Mei lalu, sekitar pukul 15.20 WIB, ketika toko sedang ramai menjelang tutup.
Achonk Lim, pemilik toko, menuturkan bahwa saat itu ia hanya ditemani istri dan seorang karyawan. Situasi toko yang padat membuatnya kesulitan mengawasi transaksi dengan baik.
“Pada waktu itu sekitar bulan Mei, tepatnya saya agak lupa jamnya, sekitar pukul 15.20 WIB saat saya mau tutup toko, kondisinya sedang ramai. Pelaku datang melakukan transaksi pembelian rokok beberapa slop dengan total sekitar Rp3,7 juta. Dia hanya memberikan uang Rp300 ribu, lalu bilang mau ambil dulu di ATM,” ujar Achonk, pada Jumat, 5 September 2025.
Rokok yang dipesan pelaku sudah dibungkus dan diletakkan di dekat motornya. Namun, bukannya melunasi pembayaran, pria tersebut justru membawa barang keluar toko.
“Dia sambil ngeloyor bawa kardus rokok, lalu bilang, ‘Anda jangan tidak percaya sama saya, saya dari Koramil. Kebetulan malam ini ada ulang tahun Koramil, saya mau ambil uang tunai dulu nanti kembali lagi.’ Bahkan sempat menunjukkan kartu yang katanya ATM, tapi setelah saya lihat, kartu itu tidak jelas,” jelasnya.
Merasa ditipu, Achonk berinisiatif mengejar pelaku hingga ke Koramil. Namun, setibanya di lokasi, ia mendapat kepastian bahwa pengakuan pelaku hanyalah rekayasa.

“Begitu saya sampai Koramil, mereka memastikan tidak ada anggota yang berpenampilan seperti itu. Setelah satu jam kejadian, saya koordinasi dengan Binamas setempat dan diarahkan untuk melapor ke Polsek Karawaci. Saya sudah serahkan bukti CCTV dan juga sudah di-BAP bersama istri dan karyawan saya,” katanya.
Sayangnya, hingga kini Achonk belum mendapat kejelasan dari laporan yang telah ia buat. Ia menilai polisi terkesan lamban dalam menangani kasus ini.
“Polsek Karawaci sudah menerima laporan saya dan memberikan SP2HP pertama. Tapi hingga satu bulan setelah kejadian tidak ada progres, bahkan SP2HP kedua pada Agustus juga tidak ada perkembangan lebih lanjut. Padahal BAP untuk saya, istri, dan karyawan sudah selesai dilakukan,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Diketahui, dari berbagai laporan yang beredar di media sosial, pelaku memiliki ciri fisik berbadan besar dan tambun. Ia kerap menggunakan motor Honda Beat berwarna hitam dengan nomor polisi B 4751 UKC. Wajahnya pun terekam jelas di sejumlah kamera CCTV toko korban.
“Fotonya ada semua. Perawakannya jelas. Modusnya selalu sama, ngaku aparat, entah polisi atau tentara, biar dipercaya. Kalau tidak segera ditindak, pasti akan ada korban lagi,” tambah Achonk.
Para korban mendesak agar pihak berwenang bertindak tegas, tidak hanya sebatas menerima laporan. Mereka menilai kerugian nominal yang relatif kecil kerap membuat kasus seperti ini tidak ditangani serius.









