Pelaku Masih Buron, Korban Pelecehan di Cipondoh Alami Depresi hingga Benturkan Kepala ke Tembok

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Keluarga korban dugaan pelecehan dan kekerasan seksual yang menimpa remaja perempuan berinisial D (17) di Kenanga, Cipondoh, Kota Tangerang, kembali meminta bantuan masyarakat untuk mencari keberadaan terduga pelaku bernama Ivan. Hingga kini, pelaku diketahui belum berhasil ditangkap oleh kepolisian.

Ibu korban, Marni, mengatakan dirinya berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan Ivan dapat segera memberikan informasi kepada pihak berwenang. Menurutnya, penangkapan pelaku penting agar proses hukum segera tuntas dan anaknya bisa kembali menjalani aktivitas normal.

Bacaan Lainnya

“Saya cuman pengen minta bantu ke masyarakat yang sekiranya tahu keberadaan Ivan atau mendengar Ivan gitu, bantu saya sama anak saya gitu, mencari keadilan gitu. Karena saya nggak jujur banget, saya itu terganggu sekali gitu, dengan kasus ini gitu,” ujar Marni kepada Lensa Banten saat ditemui dikediamannya pada Rabu, 10 Juni 2026.

Marni mengaku kondisi keluarganya hingga kini masih terganggu akibat kasus tersebut. Ia berharap pelaku segera ditemukan agar korban dapat memperoleh keadilan dan kembali menjalani kehidupan seperti biasa.

“Supaya masalah ini cepet selesai, anak saya bisa kembali beraktivitas, saya juga begitu. Saya juga merasa aman, anak saya juga begitu gitu. Dan yang menurut saya sih, yang salah ya harus bertanggung jawab gitu, Bang,” katanya.

Korban Alami Depresi

Dampak dari kasus tersebut disebut masih dirasakan korban hingga saat ini. Marni mengungkapkan anaknya mengalami perubahan sikap dan kondisi mental yang cukup signifikan.

Korban disebut menjadi lebih emosional, mudah marah, dan sulit menerima nasihat dari keluarga. Situasi itu diperparah dengan belum tertangkapnya pelaku hingga sekarang.

“Kalau kondisi anak saya sih sekarang bisa dibilang ngedrop juga, Bang. Gitu karena sekarang dia tuh temperamen, baper, suka, ya gitulah Bang. Lebih kayak mungkin meluapkan emosi dia gitu,” ungkapnya.

Marni juga membenarkan bahwa anaknya sempat mengalami depresi berat. Bahkan, korban beberapa kali melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri akibat tekanan psikologis yang dialaminya.

“Benar, Bang. Itu benar. Itu benar. Dia pernah sampai guntingin rambutnya, sampai baju-bajunya itu diguntingin. Terus pernah njambakin rambutnya. Pernah juga benturin kepalanya di tembok beberapa kali. Terus suka, ee, ngerendem di kamar mandi, gitu,” tuturnya.

Minta Pelaku Menyerahkan Diri

Marni berharap Ivan segera menghentikan pelariannya dan menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab atas persoalan yang terjadi.

Sebagai seorang ibu, ia mengaku hanya ingin kasus ini segera selesai agar anaknya bisa pulih dari trauma yang dialami. Ia juga menegaskan akan terus memperjuangkan keadilan bagi korban.

“Ivan, saya juga seorang ibu, kamu juga punya ibu, kamu juga seorang anak, kamu masih muda, kamu punya masa depan. Lebih baik kamu menyerahkan diri, jangan melangkah lebih jauh,” ujarnya.

Polisi: Pelaku Masih DPO

Sementara itu, Polres Metro Tangerang Kota memastikan proses pencarian terhadap Ivan masih terus dilakukan. Hingga saat ini, pelaku masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Unit PPA Polres Metro Tangerang Kota juga terus melakukan upaya pelacakan untuk menemukan keberadaan pelaku. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait Ivan agar segera melapor.

“Sampai saat ini pelaku msh dalam pencarian (DPO),” ujar Kanit PPA Polres Metro Tangerang Kota, AKP Suwito.

Hingga kini, keluarga korban masih menunggu kepastian hukum atas kasus yang menimpa anak mereka. Mereka berharap pelaku segera ditangkap agar proses hukum dapat berjalan dan korban memperoleh keadilan yang diharapkan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.