TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Seorang pelajar asal Kota Tangerang, Sammy Alvitrano Nurwahid Prasetyo (17), ditemukan meninggal dunia setelah terseret ombak di Pantai Camara, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat berenang di tepi pantai bersama rombongannya.
“Korban sebelumnya dilaporkan terseret ombak saat beraktivitas di sekitar pantai,” kata Komandan Tim (Dantim) Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Vicky Meidy, pada Selasa, 17 Februari 2026.
Kronologi Kejadian
Laporan peristiwa laka laut tersebut diterima dari BPBD Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 16 Februari 2026 sekitar pukul 18.50 WIB. Informasi awal menyebut kejadian terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Pantai Camara.
Sehari sebelumnya, pada Minggu 15 Februari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, rombongan berjumlah 14 orang tiba menggunakan dua kendaraan roda empat untuk berlibur dan menginap di Villa Pantai Camara. Pada Senin siang sekitar pukul 13.00 WIB, mereka beraktivitas di sekitar pantai sebelum sepuluh orang berenang sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat itu, kondisi ombak dilaporkan sedang tinggi sehingga dua orang, Andrea dan Sammy, terseret arus hingga menjauh dari bibir pantai sambil berteriak meminta pertolongan. Rekan-rekan korban berupaya memberikan bantuan, namun terkendala gelombang yang besar. Andrea berhasil diselamatkan, sementara Sammy belum ditemukan hingga pukul 18.00 WIB.
Proses Pencarian
Tim SAR gabungan melakukan pencarian selama dua hari dengan membagi personel menjadi dua regu untuk menyisir wilayah daratan dan perairan. Sekitar pukul 09.30 WIB, korban ditemukan sekitar 50 meter dari titik awal kejadian dalam kondisi meninggal dunia.
“Setelah dilakukan upaya pencarian intensif selama dua hari, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” katanya.
*Evakuasi dan Penanganan*
Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sumur sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sumur untuk penanganan medis, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ucapnya.
Dalam penanganan peristiwa ini, BPBD Kabupaten Pandeglang berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Basarnas untuk melakukan pencarian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian diduga dipicu oleh gelombang ombak yang sedang tinggi.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian oleh tim SAR gabungan resmi ditutup. Peristiwa ini menjadi pengingat agar wisatawan lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca serta gelombang saat beraktivitas di pantai.










