Pemandu Bantah Tinggalkan Pendaki Brasil yang Tewas di Gunung Rinjani, APGI Soroti Kompetensi

Pemandu Bantah Tinggalkan Pendaki Brasil yang Tewas di Gunung Rinjani, APGI Soroti Kompetensi
Pemandu Bantah Tinggalkan Pendaki Brasil yang Tewas di Gunung Rinjani, APGI Soroti Kompetensi

LOMBOK TIMUR, LENSABANTEN.CO.ID – Pemandu pendakian Gunung Rinjani, Ali Musthofa, membantah tuduhan bahwa dirinya telah meninggalkan Juliana de Souza Pereira Marins, pendaki asal Brasil yang ditemukan tewas usai terjatuh ke jurang pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Menurut penuturan Ali kepada media Brasil O Globo yang dikutip melalui Google Translate, ia sempat memberikan kesempatan kepada Marins untuk beristirahat sejenak saat mereka mendaki. Sementara itu, ia menunggu di depan dengan jarak sekitar tiga menit pendakian. Namun setelah ditunggu 15 hingga 30 menit, Marins tak kunjung muncul.

Bacaan Lainnya

“Saya menyadari dia telah jatuh ketika saya melihat cahaya senter di jurang sedalam sekitar 150 meter dan mendengar suara meminta bantuan,” ujar Ali seperti dikutip O Globo, Sabtu, 28 Juni 2025.

Ali mengaku segera mencari bantuan karena menyadari tidak mungkin melakukan evakuasi sendiri tanpa peralatan keselamatan. Titik jatuh Marins berada di jalur menuju Danau Segara Anak pada ketinggian lebih dari 2.700 meter di atas permukaan laut.

Ia menyebut telah menghubungi tempat kerjanya untuk meminta pertolongan dari tim penyelamat. Proses evakuasi oleh tim SAR baru berhasil dilakukan pada Selasa, atau dua hari setelah insiden. Saat ditemukan, posisi tubuh Marins sudah bergeser hingga kedalaman 600 meter dari titik awal jatuh. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Kepolisian Resor Lombok Timur menyatakan telah meminta keterangan dari Ali sejak 25 Juni. Namun, hingga kini belum ada kesimpulan mengenai adanya unsur kelalaian yang menyebabkan jatuhnya Marins. Penilaian ini berbeda dengan perbincangan publik di media sosial yang menyayangkan mengapa Marins bisa ditinggalkan oleh pemandunya, serta menyoroti lambannya proses evakuasi.

APGI: Pemandu Harus Bersertifikat dan Kompeten

Menanggapi peristiwa ini, Ketua Umum Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Rahman Mukhlis menyatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah ada kelalaian dari sang pemandu atau tidak. Ia menyebut saat ini Ali belum terdaftar sebagai anggota APGI.

“Dan kami masih mengumpulkan data valid di lapangan, karena berita yang beredar cukup beragam kronologisnya. Perlu dipastikan dahulu,” ujarnya saat dihubungi pada Jumat, 27 Juni 2025.

Rahman menegaskan bahwa seorang pemandu pendakian gunung wajib memiliki kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk Pemandu Wisata Gunung. Sertifikasi ini harus diperoleh berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2023 tentang Sertifikasi Kompetensi Kerja di Bidang Kepariwisataan.

“Untuk ruang lingkup kerja ada beberapa level, lokal di satu gunung saja atau di beberapa destinasi, atau mencakup seluruh gunung di Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain terdidik dan terlatih, seorang pemandu juga harus memiliki pengalaman, mengikuti pelatihan khusus pendakian, dan mampu menangani seluruh aspek perjalanan mulai dari dokumen hingga evakuasi darurat.

Menurut Rahman, Gunung Rinjani yang memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut termasuk kategori menengah atau cukup sulit. Karena itu, gunung ini tidak direkomendasikan untuk pendaki pemula.

Profil Juliana de Souza Pereira Marins

Diketahui, Juliana Marins dikenal sebagai seorang petualang dan pejalan dunia asal Brasil yang aktif berbagi pengalaman perjalanannya di media sosial. Ia tercatat sebagai warga negara Brasil dan sebelumnya pernah melakukan perjalanan ke berbagai negara di Asia dan Eropa.

Dari akun Instagram dan unggahan media pribadinya, diketahui bahwa Juliana sangat mencintai alam, kegiatan hiking, dan kerap bepergian seorang diri sebagai solo traveler.

Beberapa unggahan terakhirnya memperlihatkan perjalanannya di Indonesia, termasuk ke Bali dan Lombok, sebelum akhirnya melakukan pendakian ke Gunung Rinjani. Ia juga dikenal aktif dalam komunitas perjalanan dan pariwisata, serta memiliki latar belakang pendidikan tinggi di bidang komunikasi dan pemasaran.

Perjalanan ke Rinjani disebut-sebut sebagai bagian dari proyek pribadi perjalanan spiritual dan eksploratif yang ia dokumentasikan secara mandiri.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.