Pemprov Banten Dorong Kolaborasi, UBD Bekali Mahasiswa Baru dengan Soft Skill dan Spiritualitas

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Universitas Buddhi Dharma (UBD) menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan kampus, sistem pembelajaran, hingga berbagai unit kegiatan yang dapat diikuti oleh mahasiswa sebelum memulai perkuliahan.

Selain jajaran kampus, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Asisten Daerah (Asda) I, Dr. Komarudin, M.AP, hadir mewakili Gubernur Banten. Ia menyampaikan pentingnya mahasiswa tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial.

Bacaan Lainnya

“Mahasiswa harus mengenal kondisi sosial masyarakat Banten, termasuk aspek sosial, ekonomi, dan kesehatan. Itu penting sebagai bekal agar mereka bisa membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah. Bekal ini juga akan sangat berguna setelah mereka lulus dan memasuki dunia kerja,” ujarnya usai memberikan materi di UBD pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Komarudin menekankan salah satu tantangan terbesar saat ini adalah tingginya angka pengangguran. Untuk itu, menurutnya diperlukan sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan dunia usaha agar lulusan perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan industri.

“Tantangan terbesar kita ada pada kolaborasi. Duduk bersama itu tidak mudah, tapi harus kita dorong agar dunia pendidikan, swasta, dan pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri,” tambahnya.

Universitas Buddhi Dharma (UBD) menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan kampus, sistem pembelajaran,

Sementara itu, Rektor Universitas Buddhi Dharma, Dr. Limajatini, S.E., MM., B.K.P., menegaskan bahwa PKKMB bukan hanya pengenalan kampus semata, melainkan juga pembekalan bagi mahasiswa baru agar siap menghadapi tantangan zaman. Ia menilai, di era teknologi seperti sekarang, mahasiswa dituntut untuk lebih kompetitif dan fasih menguasai perkembangan digital.

“Selain kecerdasan intelektual (IQ) dari pendidikan formal, mahasiswa juga perlu mengembangkan kecerdasan sosial (EQ) dengan aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan seperti BEM, SEMA, maupun HIMA. Bahkan kami menekankan pentingnya kecerdasan spiritual (SQ). Jadi mahasiswa harus memiliki keseimbangan IQ, EQ, dan SQ agar siap beradaptasi di dunia kerja,” jelasnya.

Dr. Limajatini juga berharap ke depan akan terjalin kolaborasi lebih erat antara pemerintah daerah dan UBD, baik dalam bentuk dukungan kegiatan kemahasiswaan, penelitian, maupun program lainnya.

Dengan bekal akademik, sosial, dan spiritual yang kuat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang siap bersaing serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Penulis : Dony Ambarita

Editor : Eky

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.