KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, tantangan dunia kerja diperkirakan semakin kompetitif seiring pesatnya perkembangan teknologi. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa, khususnya di tingkat perguruan tinggi, untuk mampu beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri sesuai kebutuhan industri saat ini.
Associate Professor Dr. Limajatini, S.E., M.M., BKP, selaku Rektor Universitas Buddhi Dharma, menilai bahwa kemajuan teknologi memang membuka banyak peluang, namun di sisi lain juga meningkatkan tingkat persaingan bagi para lulusan perguruan tinggi.
“Perkembangan teknologi saat ini luar biasa. Mahasiswa akan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, sehingga mereka harus tetap disiplin dan memperkuat soft skill,” ujarnya.
Menurut Dr. Limajatini, soft skill menjadi faktor krusial yang harus dimiliki mahasiswa, di antaranya kemampuan berempati, membangun jejaring, serta menjalin komunikasi yang baik dengan sesama. Hal tersebut dinilai sama pentingnya dengan kemampuan akademik atau kecerdasan intelektual.
“Bukan hanya soal kecerdasan atau IQ. Kemampuan berempati dan membangun network dengan orang lain menjadi modal penting dalam dunia kerja,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Limajatini juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia pendidikan. Ia mengakui, AI memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa interaksi manusia tetap menjadi aspek utama yang tidak bisa digantikan oleh teknologi.
“Artificial intelligence sangat membantu masyarakat, tetapi bagaimanapun juga interaksi manusia tetap lebih penting, khususnya dalam dunia pendidikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar mahasiswa dan masyarakat bersikap bijak serta waspada dalam menggunakan teknologi AI. Pasalnya, selain membawa manfaat, AI juga berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dengan kesiapan kompetensi, penguatan soft skill, serta pemanfaatan teknologi secara bijak, diharapkan lulusan perguruan tinggi mampu menghadapi tantangan dunia kerja di era digital yang semakin dinamis.










