Persiapan dan Fasilitas Imigrasi untuk Suksesnya KTT ASEAN Ke-43

Ilustrasi: Pelayanan Imigrasi Soekarno Hatta
Ilustrasi: Pelayanan Imigrasi Soekarno Hatta

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta telah melakukan persiapan dan fasilitas khusus untuk mendukung kelancaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Ke-43 di Jakarta. Dengan pelayanan yang ditingkatkan dan pengawasan yang ketat, imigrasi berperan penting dalam menjaga keamanan dan kesuksesan acara tersebut.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta telah mengambil langkah-langkah strategis dalam memastikan kelancaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Ke-43 yang akan berlangsung di Jakarta.

Bacaan Lainnya

Dalam rangka menyambut delegasi KTT ASEAN, berbagai fasilitas khusus telah dipersiapkan oleh Imigrasi Soekarno-Hatta di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dalam artikel ini, kita akan melihat upaya-upaya dan persiapan yang dilakukan oleh Imigrasi untuk memastikan suksesnya acara tersebut.

Fasilitas Khusus dan Persiapan Imigrasi: Imigrasi Soekarno-Hatta telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada delegasi KTT ASEAN. Beberapa fasilitas khusus yang disiapkan meliputi:

  1. Mobile Unit Border Control Management (Mobile BCM): Fasilitas ini dikhususkan bagi delegasi setingkat kepala negara/menteri untuk mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian. Mobile BCM akan beroperasi di Terminal 3 Kedatangan Internasional.
  2. Konter Pemeriksaan Khusus: Di Terminal 3 Internasional dan Commercial Important Person (CIP) Terminal I, Imigrasi telah menyiapkan konter pemeriksaan khusus untuk delegasi KTT ASEAN. Hal ini dilakukan untuk mengatasi lonjakan lalu lintas penumpang internasional.

Dalam wawancara dengan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Muhammad Tito Andrianto, ia menjelaskan, “Kami cukup berpengalaman dalam menyediakan pelayanan keimigrasian pada ajang internasional di Indonesia. Khusus untuk KTT ASEAN ke-43, Imigrasi Soekarno-Hatta mempersiapkan layanan keimigrasian yang diduplikasi dari pelayanan KTT G-20 pada tahun 2022 lalu“, pungkas Tito.

Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim, menjelaskan bahwa selama pelaksanaan KTT ASEAN, pengawasan keimigrasian diperketat untuk mencegah masuknya individu yang berpotensi membahayakan acara tersebut. Orang asing yang masuk ke Indonesia harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan, termasuk memiliki dokumen perjalanan yang sah dan alasan yang sesuai dengan izin tinggalnya.

Silmy Karim menegaskan, “Kami memastikan bahwa orang asing yang masuk adalah yang bermanfaat dan tidak berpotensi mengganggu keamanan serta kelancaran KTT ASEAN.”

Kebijakan Internal dan Dukungan Kelancaran: Selain persiapan eksternal, Imigrasi Soekarno-Hatta juga menerapkan kebijakan internal untuk mendukung kelancaran acara. Beberapa langkah yang diambil termasuk:

  1. Work From Home (WFH): Bagi pegawai di beberapa bidang seperti Tata Usaha, Teknologi Informasi, dan Intelejen, Imigrasi menerapkan sistem WFH dengan rasio 50:50. Namun, Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan Dokumen Perjalanan tetap bekerja di kantor untuk memastikan layanan tetap berjalan.
  2. Transportasi Berkelanjutan: Untuk mengurangi polusi dan kemacetan di Jakarta, Imigrasi mengimbau pegawainya untuk menggunakan transportasi umum atau bus jemputan yang disediakan oleh kantor.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.