PMI Salurkan 145 Paket Kebersihan di Batangtoru, Menguatkan Anak dan Lansia di Tengah Luka Pascabencana

TAPANULI, LENSABANTEN.CO.ID — Hujan yang sempat mengguyur Dusun Sitinjak Desa Aek Ngadol Sitinjak kecamatan Batang Toru kab Tapanuli Selatan meninggalkan lebih dari sekadar genangan. Ia menyisakan kecemasan, kelelahan, dan ketidakpastian bagi ratusan keluarga terdampak bencana.

Di tengah kondisi itu, Palang Merah Indonesia (PMI) hadir menyalurkan 145 paket kebersihan, sekaligus membuka layanan pemeriksaan kesehatan dan promosi kebersihan bagi masyarakat. Selasa, 20 Januari 2026.

Bacaan Lainnya

Di lokasi kegiatan, seorang anak kecil tampak menggenggam erat paket kebersihan yang baru diterimanya. Matanya berbinar, seolah menemukan kembali rasa aman yang sempat hilang.
“Sabunnya bisa buat mandi dan cuci tangan. Ibu bilang supaya aku nggak sakit,” ucap seorang anak dengan suara polos, sambil memeluk paket bantuan yang ia terima.

Bagi anak-anak, bantuan ini menjadi pelindung dari ancaman penyakit. Sementara bagi para lansia, layanan kesehatan yang diberikan PMI menjadi penopang di tengah kondisi fisik yang semakin rentan.

Maruba lubis, seorang lansia dengan langkah perlahan, duduk di kursi pemeriksaan kesehatan. Tekanan darahnya diperiksa, keluh kesahnya didengarkan dengan sabar oleh relawan PMI.

“Sejak bencana, badan sering lemas dan pusing. Alhamdulillah hari ini bisa diperiksa. Rasanya tenang karena masih ada yang peduli,” ujar seorang lansia penerima layanan, dengan mata berkaca-kaca.

Selain pemeriksaan kesehatan, PMI juga mengedukasi warga tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Relawan mengajak warga mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan lingkungan, serta memanfaatkan air bersih untuk mencegah penyakit yang kerap muncul pascabencana.

Ade Yudiansyah Kepala Markas PMI Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar distribusi logistik, tetapi bentuk pendampingan kemanusiaan yang berkelanjutan.

“Anak-anak dan lansia adalah kelompok paling rentan pascabencana. Melalui paket kebersihan, layanan kesehatan, dan edukasi, kami ingin melindungi mereka dari risiko penyakit serta memastikan mereka tetap memiliki harapan untuk bangkit,” ujar Ade.

Bagi warga , Batangtoru kehadiran PMI menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit ini. Setiap paket kebersihan, setiap pemeriksaan kesehatan, dan setiap sentuhan empati dari relawan adalah bentuk nyata solidaritas kemanusiaan.

Di tengah bencana yang merenggut rasa aman, kepedulian menjadi kekuatan. PMI terus melangkah, memastikan bahwa di balik setiap luka, selalu ada harapan untuk hidup lebih sehat dan bermartabat.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.