KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Namanya Sri Lestari Widyaningsih (45), ia adalah seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Peserta Penerima Upah (PPU). Dirinya merupakan seorang buruh yang bekerja di salah satu perusahaan di daerah Tangerang.
Setiap hari Sri bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama sang suami yang merupakan seorang pedagang. Pada suatu waktu, Sri mulai merasakan sakit yang tak tertahankan.
Ia sering mengalami kelelahan yang luar biasa disertai nyeri perut yang cukup parah.
Seiring berjalannya waktu, gejala yang Sri alami semakin mengganggu aktivitasnya.
Menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) miliknya, ia segera memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan tempatnya terdaftar.
Dokter menyatakan Sri menderita mioma uteri atau yang biasa disebut pembengkakan rahim. Sri disarankan untuk segera operasi untuk mengobati penyakitnya.
Kondisi ini memaksa Sri dirawat di Rumah Sakit Annisa untuk observasi sebelum menjalani operasi pengangkatan miom.
“Perasaan saya campur aduk saat mendengar diagnosis dari dokter. Prosedur medis yang harus saya jalani membuat saya khawatir. Di samping itu, masalah biaya juga menjadi kendala besar bagi kami. Menjalani pengobatan, apalagi operasi, tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sebagai seorang buruh dengan penghasilan terbatas, membayar biaya tersebut bukanlah hal yang mudah. Saya terus bertanya-tanya, bagaimana kami bisa membayar biaya rumah sakit, sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah sangat sulit,” ungkap Sri pada Jumat, 29 November 2024..
Terdaftar sebagai peserta JKN membuat Sri merasa sangat beruntung. Ia hanya perlu membayar iuran JKN yang terjangkau dan semua biaya pengobatan dapat ditanggung oleh program JKN.
Kehadiran jaminan kesehatan tersebut, membuat beban finansial yang semula terasa sangat berat menjadi lebih ringan.
Sri tidak lagi harus mengkhawatirkan biaya pengobatan, yang sering menjadi hambatan utama bagi keluarganya untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang layak.
“Semua prosedur medis dan pengobatan yang saya jalani terasa lebih tenang karena saya tahu bahwa biaya-biaya tersebut ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Selain itu, proses administrasinya pun sangat mudah. Saya hanya perlu menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) semua urusan administrasi selesai dengan cepat, tidak ada prosedur yang rumit. Pokoknya, pelayanan yang saya terima sangat memuaskan,” katanya sambil mengacungkan jempol.
Sri memuji pelayanan kesehatan yang ia terima selama perawatan. Menurutnya, dokter dan perawat sangat profesional dalam memberikan penanganan.
Ia percaya bahwa dirinya berada di tangan yang tepat. Proses observasi hingga persiapan operasi pun berjalan dengan baik berkat pendampingan dari pihak rumah sakit.
Tak lupa ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran Program JKN di Indonesia. Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan manfaat besar bagi dirinya, tetapi juga bagi banyak keluarga lainnya di seluruh negeri.
Sri berharap Program JKN dapat terus berlanjut dan semakin baik ke depannya. Menurutnya, keberadaan Program JKN adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi rakyat Indonesia. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Indonesia yang belum terdaftar sebagai peserta JKN untuk segera mendaftarkan diri dan keluarga.
Dirinya sadar Program JKN memiliki manfaat dan tujuan yang baik, yakni melindungi setiap lapisan masyarakat dengan jaminan kesehatan yang memadai.
“Selain komitmen pemerintah, peran masyarakat juga sangat penting dalam mendukung penyelenggaraan program JKN. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk segera mendaftar sebagai peserta JKN. Jangan menunggu sampai sakit baru mendaftar. Dengan menjadi peserta JKN, kita bisa merasa lebih tenang karena memiliki jaminan kesehatan yang siap membantu saat dibutuhkan. Program JKN ini sangat bermanfaat dan kami sekeluarga merasa sangat bersyukur,” katanya menutup dengan senyuman.









