TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Akses layanan kesehatan yang cepat dan tepat menjadi kebutuhan yang krusial bagi setiap keluarga, terlebih bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal tersebut dirasakan oleh Dea Apriani (25), seorang peserta JKN asal Bandung yang kini sementara tinggal di Kota Tangerang demi mendampingi suaminya yang tengah menjalani perawatan lanjutan setelah mengalami stroke ringan.
Dea menceritakan pengalamannya dalam mengurus perpindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) agar proses pengobatan suaminya dapat berlangsung secara lancar tanpa kendala administrasi.
“Saya awalnya tinggal di Bandung dan Program JKN kami juga terdaftar di fasilitas kesehatan di sana. Tapi karena suami sekarang banyak aktivitas kerja di Tangerang dan kebetulan kondisi kesehatannya sempat menurun, jadi saya langsung datang dari Bandung untuk memastikan semuanya aman. Setelah suami mengalami stroke ringan, saya ingin segera pindahkan faskes supaya proses kontrol dan pengobatan di sini bisa dilakukan tanpa hambatan,” ujar Dea pada Senin 3 November 2025.
Dea bercerita bahwa setibanya di Tangerang, langkah pertama yang ia lakukan adalah membawa suaminya untuk mendapatkan penanganan di rumah sakit. Dea menjelaskan bahwa petugas BPJS Kesehatan di Kantor Cabang Tangerang sebelumnya telah memberikan informasi terkait kondisi gawat darurat yang dapat ditangani langsung di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sesuai dengan indikasi medis.
BACA JUGA : BPJS Kesehatan Dampingi DPR RI Pastikan Program CKG Memberi Manfaat Luas
Beruntung, suaminya segera mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang. Setelah kondisi suaminya lebih stabil, barulah Dea mulai mengurus perpindahan faskes demi memastikan keberlanjutan layanan kesehatan ke depan.
“Alhamdulillah, atas arahan petugas BPJS Kesehatan Cabang Tangerang saya jadi tahu kalau kondisi gawat darurat bisa langsung ditangani di IGD dan apabila sesuai indikasi dapat ditanggung oleh program JKN. Jadi waktu kejadian itu kami langsung menuju rumah sakit. Alhamdulillah cepat ditangani di RSUD Kota Tangerang dan dapat ditanggung oleh program JKN. Sekarang karena kondisi sudah lebih stabil, saya datang ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Tangerang untuk mengurus perpindahan faskes saya ke Puskesmas terdekat dari tempat tinggal suami saya di sini,” jelasnya.
Dea merasa sangat terbantu dengan informasi yang diberikan oleh petugas BPJS Kesehatan, terutama terkait prosedur penanganan kondisi darurat dan mekanisme pindah faskes. Menurutnya, layanan yang diberikan sangat sigap, jelas, dan memudahkan peserta, terutama di saat-saat genting.
Sebagai peserta JKN, Dea menilai bahwa pelayanan yang diterimanya tidak hanya cepat, tetapi juga ramah dan informatif. Ini menunjukan transformasi baik yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan kepada pesertanya.
“Pelayanan di kantor cabang juga sangat memuaskan. Baik dari kedatangan saya pertama kali ke kantor ini dan sekarang untuk kedua kalinya, semua petugasnya melayani dengan sama baiknya. Mereka langsung memberikan penjelasan lengkap mengenai apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana prosedurnya. Saat saya pertama kali datang juga, mereka memastikan saya paham terkait alur pelayanan gawat darurat, jadi saya merasa sangat terbantu. Dengan kondisi seperti ini, pastinya kita butuh bantuan cepat dan tepat. Alhamdulillah saya merasa semuanya jadi berjalan lancar,” tutur Dea.
BACA JUGA : BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Cimone Berikan Perlindungan Peserta On The Job Training
Di akhir pembicaraan, Dea menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan atas kemudahan akses layanan kesehatan yang diberikan. Ia berharap masyarakat semakin paham pentingnya memastikan kepesertaan JKN selalu sesuai dengan kondisi tempat tinggal agar tidak ada hambatan saat membutuhkan layanan kesehatan.
Baginya, program JKN bukan hanya jaminan kesehatan yang dihadirkan pemerintah ketika sakit, tetapi juga ketenangan hati bagi keluarga di saat menghadapi situasi tidak terduga.
“Alhamdulillah, saya dan suami sangat terbantu dengan hadirnya program JKN. Bagi kami, program ini sungguh penting terutama bagi perawatan suami saya. Bersyukur pemerintah menghadirkan jaminan kepada masyarakat Indonesia dalam bentuk program JKN, saya dan keluarga jadi lebih tenang menghadapi situasi yang di luar kendali kami. Semoga masyarakat Indonesia lainnya semakin sadar untuk mendaftarkan diri, rutin membayar iuran, dan memastikan faskes yang terdaftar sesuai domisili. Kita tidak tahu kapan musibah datang, jadi lebih baik memastikan semua siap dari awal,” tutupnya.










