Sambut Waisak 2569 BE, Umat Buddha Gelar Pindapata di Vihara Araya Dhamma Kota Tangerang

Sambut Waisak 2569 BE, Umat Buddha Gelar Pindapata di Vihara Araya Dhamma Kota Tangerang
Sambut Waisak 2569 BE, Umat Buddha Gelar Pindapata di Vihara Araya Dhamma Kota Tangerang

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Menyambut perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE / 2025, umat Buddha menggelar tradisi Pindapata di Vihara Araya Dhamma, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, pada Minggu pagi, 11 Mei 2025.

Pindapata adalah ritual sakral di mana para bhikkhu berjalan berkeliling membawa mangkuk untuk menerima derma makanan dari umat. Tradisi ini menjadi simbol kerendahan hati dan saling berbagi antara sangha (komunitas bhikkhu) dan umat Buddha.

Bacaan Lainnya

Acara dimulai dengan pembacaan paritta dan doa bersama, dilanjutkan prosesi jalan kaki para bhikkhu dari pelataran vihara untuk menerima persembahan berupa makanan dan kebutuhan sehari-hari yang telah disiapkan oleh umat.

Ketua panitia perayaan Waisak di Vihara Araya Dhamma, Yunie, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menjelang Waisak, sekaligus sebagai bentuk penguatan nilai-nilai ajaran Buddha, seperti dana (memberi) dan sila (moralitas).

“Pindapata bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk pengingat bahwa hidup ini adalah tentang memberi dan saling mendukung dalam kesederhanaan,” ujarnya.

Ratusan umat Buddha dari berbagai wilayah di Tangerang hadir untuk mengikuti kegiatan dengan khidmat. Suasana penuh kedamaian dan ketulusan terasa menyelimuti prosesi yang berlangsung tertib dan harmonis.

Salah satu umat yang hadir, Yonardo (22), warga Kecamatan Neglasari, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan Pindapata secara langsung.

“Saya merasa damai dan bersyukur bisa berpartisipasi. Melihat para bhikkhu berjalan dengan penuh ketenangan membuat hati ikut tenang. Ini juga menjadi momen untuk mengajarkan nilai kebaikan kepada umat Buddha,” tuturnya.

Acara Pindapata ini juga menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antarumat, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Waisak sendiri merupakan hari besar bagi umat Buddha untuk memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sang Buddha: kelahiran, pencerahan, dan parinibbana (wafatnya) yang jatuh pada satu hari purnama di bulan Waisak.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.