Terkena DBD, Zaky Lega Biaya Perawatan Ditanggung JKN

Terkena DBD, Zaky Lega Biaya Perawatan Ditanggung JKN

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Musim pancaroba seringkali memunculkan berbagai penyakit menular, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit DBD ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Hal ini pula yang dialami oleh Zaky Muhammad Mubarok (19), seorang pelajar asal Kota Tangerang yang harus menjalani perawatan intensif akibat terserang penyakit DBD. Melalui tim Jamkesnews, ia mengungkapkan rasa syukur atas hadirnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menjamin biaya perawatannya selama menderita penyakit DBD ini.

Bacaan Lainnya

“Kemarin saya mengalami penyakit DBD. Kalau dilihat, sekarang ini emang musimnya sedang tidak menentu ya. Kadang panas banget, tiba-tiba hujan deras. Kata dokter yang menangani saya, tingkat penyakit DBD memang meningkat di musim-musim seperti sekarang ini. Tapi, Alhamdulillah saya sangat bersyukur biaya pengobatan saya semuanya ditanggung oleh program JKN. Mulai dari pemeriksaan awal hingga perawatan, pokoknya semua ditanggung,” Ujar Zaky.

Zaky menceritakan bahwa gejala awal yang ia rasakan muncul secara tiba-tiba dengan suhu tubuh yang meningkat hingga lebih dari 39 derajat celcius. Meski sempat beristirahat di rumah dan mengonsumsi obat penurun panas, kondisi tubuhnya tidak banyak berubah. Zaky memutuskan untuk memeriksakan diri ke salah satu puskesmas terdekat.

Namun, setelah mendapatkan penanganan awal dari tenaga kesehatan, kondisinya tetap tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Oleh karena itu, dokter di puskesmas yang merawatnya pun merujuk ke rumah sakit terdekat.

“Demam saya gak turun-turun, padahal udah minum obat penurun panas. Waktu dicek sama dokter yang ada di puskesmas juga kata-katanya kelihatan ada bintik-bintik merah di lengan saya. Saya sendiri juga ngerasanya beda banget gak kayak biasanya. Melihat keadaan saya yang semakin hari semakin menunjukkan kondisi yang kurang baik, dokter akhirnya memutuskan untuk merujuk saya ke rumah sakit terdekat. Ternyata saat di rumah sakit, dokter menjelaskan bahwa saya terkena penyakit DBD dan harus dirawat inap,” tutur Zaky.

Bagi sebagian orang, keputusan rawat inap di rumah sakit tentu tidak lepas dari kekhawatiran terkait biaya. Namun, beruntung bagi Zaky, ia telah terdaftar sebagai peserta program JKN. Dengan adanya kepesertaan program JKN, seluruh biaya perawatan yang ia jalani selama berada di rumah sakit dapat ditanggung sepenuhnya sesuai hak kelas perawatan yang dimiliki.

Hal ini membuat keluarganya bisa lebih tenang dan fokus pada pemulihan kesehatannya, tanpa terbebani dengan persoalan biaya pengobatan yang biasanya cukup besar untuk kasus DBD.

“Ya kalau orang kayak saya pas dengar harus rawat inap tentu pusing, apalagi soal biayanya. Tapi balik lagi, pas tau ada program JKN ini dan saya sudah terdaftar, rasa syukur tak terbendung di dalam diri saya. Apalagi semua biayanya ditanggungkan, jadi bisa lebih tenang untuk pemulihannya. Saya sebagai masyarakat Indonesia merasa beruntung ada program seperti ini. Kalau saya baca-baca di sosial media, di negara lain kan gak kayak gitu. Jadi sebagai masyarakat Indonesia, kita harus banyak-banyak bersyukur dan memanfaatkan program ini dengan baik,” Ucap Zaky.

Menutup ceritanya, Zaky mengaku sangat bersyukur atas keberadaan Program JKN yang ia miliki. Menurutnya, tanpa program JKN mungkin keluarganya akan kesulitan menanggung biaya perawatan, apalagi ia membutuhkan rawat inap hingga beberapa hari.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak menunda untuk mendaftar menjadi peserta program JKN, karena manfaatnya sangat nyata ketika dibutuhkan.

Ia pun berharap program ini terus berjalan dan mampu meningkatkan kualitasnya, agar manfaat yang ia rasakan dapat dirasakan pula oleh masyarakat Indonesia lainnya hingga ke pelosok negeri.

“Awalnya saya pikir kesehatan itu cukup dengan menjaga pola hidup saja. Namun, setelah mengalami sakit seperti ini, saya benar-benar merasakan pentingnya memiliki proteksi kesehatan seperti program JKN. Saya berharap masyarakat Indonesia semakin sadar betapa pentingnya proteksi dini sebelum sakit. Selain itu, saya juga berharap BPJS Kesehatan selaku penyelenggara dapat terus meningkatkan kualitas pelayanannya agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat merasakan manfaat program ini, kalau bisa sampai pelosok negeri,” pungkas Zaky.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.