TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Seorang pemuda berinisial J (18) ditemukan meninggal dunia di dalam konter ponsel di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, pada Minggu, 29 Maret 2026 malam. Peristiwa yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB ini sontak menggegerkan warga sekitar.
Sepupu korban, Tiani, mengatakan dirinya mendapat telepon dari ibu korban sekitar pukul 21.30 WIB. Ia diminta datang ke lokasi setelah mendapat kabar korban mengancam akan bunuh diri.
“Saya lagi kerja, terus mamanya telepon suruh ke sini. Katanya dari pacarnya ngasih tahu kalau dia mengancam bunuh diri,” ujar Tiani kepada Lensa Banten saat dikonfirmasi.
Saat tiba di lokasi, Tiani mendapati rolling door (Pintu Tralis) konter terkunci dari dalam. Ia pun berusaha masuk dengan bantuan warga dan pengemudi ojek online.
“Saya ketok-ketok tapi enggak ada jawaban. Akhirnya minta bantuan warga buat buka celah di samping,” katanya.
Setelah berhasil masuk, Tiani mengaku langsung melihat korban dalam posisi tergantung. Ia pun panik dan segera memberi tahu keluarga melalui panggilan video.

“Pas saya lihat, dia sudah gantung diri. Saya langsung video call mamanya,” ucapnya.
Atas permintaan ibu korban, Tiani kemudian memotong tali yang digunakan korban. Namun saat itu korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
“Saya sempat enggak berani, tapi mamanya minta dipotong. Setelah dipotong, dia jatuh ke lantai,” jelasnya.
Petugas Inafis Polres Metro Tangerang Kota bersama Polsek Karawaci langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Hingga kini, pihak keluarga dan keluarga mengaku belum mengetahui pasti penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya. Dugaan sementara, korban mengalami persoalan pribadi sebelum kejadian.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan autopsi. Polisi masih mendalami kasus ini dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap kondisi mental sangat penting. Peran keluarga dan lingkungan sekitar dibutuhkan agar kejadian serupa dapat dicegah.









