KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Badan amil zakat nasional (Baznas) Kota Tangerang menjadi referensi pusat untuk menjadi tempat kunjungan kerja Baznas se-Provinsi Daerah istimewa Yogyakarta. Dialog dua lembaga dilaksanakan di ruang Patio, gedung Pemkot Tangerang pada Senin 28 Juli 2025 kemarin.
Wakil Ketua I Baznas Kota Tangerang H. Sobrun Jamili, S.Pd.I, menyampaikan bahwasannya mereka ingin lebih tahu pelaksanaan program pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS), digitalisasi layanan serta program pemberdayaan mustahik.
“Karena zakat bukan hanya karena persoalan kemanusiaan, karena kemanusiaan itu tidak hanya di kasih ‘ikannya’ tapi juga ‘jala’ sehingga tidak minta terus,”bebernya saat ditemui wartawan, Jumat, 1 Agustus 2025.
Ia melanjutkan, salah satu program unggulan di Baznas Kota Tangerang yakni Z-Chicken. “Hingga saat ini sudah sekitar 85 program Z-Chicken yang diberikan, belum program-program UKM lainnya,”katanya.
Baznas Yogyakarta pada kesempatan itu juga ingin lebih tahu pengelolaan zakat fitrah. Hal ini karena kota Tangerang mendapat angka zakat fitrah cukup besar dan masuk kedalam neraca.
“Hampir semua daerah itu dalam mengelola zakat fitrah tidak dengan langsung diolah tapi kebanyakan hanya menghimpun dari masjid-masjid, tapi di kota Tangerang mengelola langsung,”imbuhnya.

Jamili melanjutkan, dalam pertemuan itu Baznas Kota Tangerang juga diminta memberi masukan dalam menjalin sinergi dengan pemerintah daerah setempat.
Dengan sinergi yang kuat, target dan capaian ZIS bisa lebih maksimal. Namun demikian, biasanya tantangan di setiap daerah berbeda-beda.
“Alhamdulillah kita sudah bagus dan ini menjadi ilmu buat mereka,”tuturnya.
Baznas Provinsi DI. Yogyakarta ini merupakan yang pertama mengunjungi Baznas Kota Tangerang karena biasanya kunjungan kerja dilakukan tingkat kota/kabupaten.
“Banyak yang melakukan kunjungan kerja ke Baznas kota Tangerang, belum lama ada Gorontalo, Makasar, kalau untuk kehadiran Baznas DIY ini istimewa,”pungkasnya.









