Dari Penerima Manfaat Jadi Pembawa Manfaat, Yani Sebarkan Semangat JKN

Dari Penerima Manfaat Jadi Pembawa Manfaat, Yani Sebarkan Semangat JKN

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kepedulian terhadap sesama sering kali tumbuh dari pengalaman pribadi. Hal inilah yang dialami oleh Ida Royani atau akrab disapa Yani (40), seorang ibu rumah tangga asal Kota Tangerang yang dikenal aktif membantu warga di lingkungannya untuk memahami manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Yani menceritakan pengalamannya. Bagi Yani, kesehatan adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda dan Program JKN telah menjadi sahabat setianya sejak beberapa tahun terakhir.

Bacaan Lainnya

“Program ini sudah membantu saya sejak lama. Makanya, kalau ada tetangga yang bingung soal program JKN, saya selalu bantu semampu saya. Kadang ada yang tidak tahu cara daftar program JKN, ubah data kepesertaannya, atau bahkan cara pakai aplikasi yang sudah disediakan oleh BPJS Kesehatan selaku penyelenggara. Karena saya sendiri sudah lama jadi peserta, jadi saya merasa berkewajiban berbagi agar orang lain juga bisa merasakan manfaatnya,” ujar Yani saat ditemui tim Jamkesnews pada Senin 13 Oktober 2025.

Yani menceritakan bahwa sebelum menjadi peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah Bukan Penerima Upah (PPU BU), dirinya sempat terdaftar sebagai peserta JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Seiring perubahan kondisi ekonomi keluarga, status kepesertaannya pun mengalami perubahan, namun manfaat program JKN tetap ia dan keluarga rasakan tanpa ada perbedaan dalam pelayanan. Menurutnya, baik sebagai peserta PBI maupun non-PBI, layanan kesehatan yang ia terima tetap sama yaitu mudah, cepat, dan tanpa diskriminasi.

BACA JUGA  : Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Masyarakat bukan Peserta BPJS Kesehatan Tetap Dilayani

“Saya dulu pernah merasakan iurannya dibayarkan oleh pemerintah, merasakan jadi peserta PBI, alhamdulillah tetap dilayani dengan baik. Sekarang statusnya berubah jadi peserta PPU BU karena suami sudah memiliki pekerjaan tetap dan telah didaftarkan oleh perusahaannya. Tapi tetap saja tidak ada yang berbeda, pelayanan tetap bagus tanpa adanya perbedaan justru semakin meningkat dan lebih baik. Menurut saya, semua peserta punya hak yang sama dan itu yang membuat saya semakin percaya dengan program ini,” tutur Yani.

Puncak pengalaman berharga Yani bersama program JKN terjadi pada tahun ini, ketika ia melahirkan anak ketiganya melalui tindakan operasi sesar. Proses tersebut menjadi momen yang sangat berkesan sekaligus penuh rasa syukur.

Ia mengaku sempat khawatir karena dokter menyarankan operasi sesar setelah pemeriksaan menunjukkan kondisi tertentu yang tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal. Namun berkat adanya perlindungan dari Program JKN, seluruh biaya persalinan dan perawatan pasca operasi dapat ditanggung sepenuhnya.

“Waktu dokter bilang harus operasi sesar, saya langsung kepikiran biayanya. Karena setahu saya, operasi itu kan besar biayanya. Tapi setelah dikonfirmasi, ternyata semuanya bisa ditanggung oleh program JKN. Rasanya lega sekali, apalagi saat itu fokus saya hanya untuk keselamatan saya dan bayi saya. Alhamdulillah, benar-benar merasa bersyukur semuanya berjalan lancar, bayi lahir sehat, dan saya juga bisa pulih dengan baik,” kenangnya.

BACA JUGA  : PT Panarub Industry dan BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 148 Pedagang Sektor Informal di Tangerang

Sebagai seseorang yang aktif dalam kegiatan sosial di lingkungannya, pengalaman ini membuat Yani semakin bersemangat untuk mengajak warga lain mendaftar sebagai peserta JKN.

Ia sering membantu tetangga atau ibu-ibu di sekitar rumahnya yang belum paham cara menggunakan layanan JKN, termasuk mendampingi mereka ketika berobat ke puskesmas atau rumah sakit.

Yani menganggap hal itu sebagai bentuk rasa syukur karena dirinya telah banyak dibantu oleh program ini. Menutup ceritanya, Yani berharap program ini terus berjalan agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat merasakan manfaat program JKN.

Terlebih, Ia percaya bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang dan dengan adanya program JKN, masyarakat tidak perlu takut atau menunda berobat hanya karena alasan biaya.

“Saya bukan siapa-siapa, tapi kalau bisa bantu orang biar nggak bingung soal JKN, kenapa tidak? Kadang saya bantu install aplikasi Mobile JKN, ajarin cara daftar antrian online, atau bantu jelaskan prosedurnya. Rasanya senang kalau lihat orang lain terbantu. Karena saya juga dulu sempat bingung waktu awal jadi peserta. Jadi saya tahu rasanya. Makanya, saya berharap program ini terus berlanjut. Soalnya banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan. Masyarakat juga tentunya tidak perlu takut, dengan program JKN semua jadi mungkin,” tutupnya

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.