TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — BPJS Kesehatan Cabang Tangerang kembali memperkuat kolaborasi dengan fasilitas kesehatan melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Inovasi Pendanaan Masyarakat Peduli JKN (PIPMPJ) bersama RS Murni Teguh Ciledug. Kerja sama ini bertujuan membantu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang memiliki tunggakan iuran lebih dari tiga bulan agar dapat kembali aktif sebagai peserta JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tangerang, Betsy Magdalena Orlica Roeroe, menyampaikan bahwa dukungan dari berbagai mitra sangat dibutuhkan mengingat masih tingginya jumlah peserta yang memiliki tunggakan iuran. Hadirnya program ini merupakan pengembangan dari program donasi dan crowdfunding yang sebelumnya telah dijalankan oleh BPJS Kesehatan.
“Berdasarkan data yang kami miliki, jumlah peserta PBPU Kelas III di Kota Tangerang yang menunggak lebih dari tiga bulan telah mencapai 146.598 peserta dengan total tunggakan sebesar Rp123,4 miliar. Kondisi ini menjadi bukti nyata bahwa banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan agar dapat kembali memperoleh akses perlindungan kesehatan secara aktif. Melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial, kami berharap Program PIPMPJ menjadi berkat bagi banyak peserta untuk menyelesaikan tunggakan iuran JKN,” ujar Betsy pada Kamis 4 Juni 2026.
Dalam kerja sama tersebut, RS Murni Teguh Ciledug berkomitmen memberikan donasi sebesar Rp42 juta yang akan dimanfaatkan untuk membantu 100 peserta JKN mengaktifkan kembali kepesertaannya.
Kontribusi tersebut menjadi bagian dari total komitmen empat badan usaha yang telah bergabung dalam Program PIPMPJ di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tangerang dengan nilai donasi mencapai Rp147 juta untuk membantu 350 peserta JKN.
“Total sudah ada empat badan usaha yang bekerja sama dalam program ini di wilayah kerja kami. Salah satunya RS Murni Teguh Ciledug dengan total donasi Rp42 juta. Kami berharap semakin banyak badan usaha dan lembaga yang terlibat dalam Program PIPMPJ. Dengan semakin luasnya partisipasi berbagai pihak, semakin banyak pula peserta JKN yang dapat kembali aktif dan memperoleh perlindungan kesehatan secara berkelanjutan,” tutur Betsy.
Direktur Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug, Ikhsan, menyampaikan bahwa dukungan terhadap Program PIPMPJ ini merupakan bentuk kepedulian rumah sakit terhadap masyarakat yang membutuhkan perlindungan kesehatan.
Menurutnya, akses terhadap pelayanan kesehatan harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta yang terkendala tunggakan iuran.
“Kami dari RS Murni Teguh Ciledug menganggap Program PIPMPJ sebagai social responsibility yang perlu kami laksanakan. Melalui program ini, kami ingin turut berkontribusi dalam membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam melunasi tunggakan iuran JKN sehingga peserta dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang dibutuhkan. Besar harapan kami bahwa dukungan ini tidak hanya membantu peserta tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dalam mewujudkan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan,” katanya.
Ikhsan menegaskan bahwa dukungan Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug terhadap Program PIPMPJ tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Ke depannya, rumah sakit siap menjalin kolaborasi dan mendukung berbagai inisiatif yang sejalan dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses layanan kesehatan yang lebih baik.










