Cakupan JKN Tembus 98,62%, BPJS Kesehatan Kelola 1,9 Juta Layanan per Hari

Cakupan JKN Tembus 98,62%, BPJS Kesehatan Kelola 1,9 Juta Layanan per Hari
Menurutnya pelayanan di BPJS Kesehatan semakin baik, mulai dari waktu tunggu antrian hingga pelayanan yang dilakukan oleh petugas.

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID — BPJS Kesehatan mencatatkan capaian signifikan dalam penetrasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hingga pertengahan 2026, jumlah peserta JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa, atau mencakup 98,62% dari total populasi penduduk Indonesia.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyatakan bahwa tingginya angka kepesertaan ini merupakan bukti meningkatnya kepercayaan publik terhadap sistem jaminan kesehatan nasional.

Bacaan Lainnya

“Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap program JKN sekaligus menunjukkan layanan kesehatan semakin mudah diakses oleh peserta di seluruh Indonesia,” ujar Pujo dalam agenda Public Expose BPJS Kesehatan, Kamis 2 Juni 2026.

Sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan mencatat utilisasi layanan yang sangat masif, dengan lebih dari 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan atau rata-rata 1,9 juta layanan per hari. Untuk mendukung aksesibilitas tersebut, BPJS Kesehatan telah memperluas kemitraan dengan 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), dan 6.190 fasilitas kesehatan penunjang.

Beban Penyakit Katastropik

Dari sisi finansial, BPJS Kesehatan melaporkan total biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan sepanjang 2025 mencapai Rp191,3 triliun. Sebanyak 26,42% atau sekitar Rp50 triliun dari total pengeluaran tersebut terserap untuk membiayai penyakit katastropik.

Penyakit jantung menempati posisi teratas dengan beban biaya paling jumbo, yakni Rp17,3 triliun dari 29,7 juta kasus. Disusul oleh gagal ginjal dengan biaya Rp13,3 triliun (12,6 juta kasus) dan kanker dengan biaya Rp10,3 triliun (7,1 juta kasus).

Sementara itu, kondisi keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan terpantau stabil. Hingga akhir 2025, aset bersih DJS tercatat sebesar Rp30,04 triliun, yang merepresentasikan kemampuan BPJS Kesehatan untuk membayar estimasi klaim selama 1,88 bulan ke depan sesuai regulasi yang berlaku.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.