Guru SMP di Lebak Dilaporkan Atas Dugaan Tindak Asusila Terhadap Murid

Ilustrasi. Ibu muda tega cabuli anaknya sendiri.
Ilustrasi. Ibu muda tega cabuli anaknya sendiri.

KABUPATEN LEBAK, LENSABANTEN.CO.ID – Seorang oknum guru berinisial AM, yang bertugas di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, tengah menghadapi laporan kepolisian. Ia diduga melakukan tindakan asusila terhadap seorang muridnya, yang dalam pemberitaan ini disebut sebagai Mawar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis, 17 April 2025. di lingkungan sekolah. Terduga pelaku, yang diketahui merupakan guru pendidikan agama, disebut-sebut memanggil korban ke gudang sekolah dengan alasan meminta diantarkan sebuah pulpen.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan, sesaat setelah korban tiba, terduga pelaku diduga memegang tangan korban dan memaksa melakukan perbuatan tidak senonoh. Korban kemudian berhasil melepaskan diri dan segera berlari pulang ke rumah.

“Saat korban datang (pulang sekolah), kondisinya sudah terlihat tertekan sambil menangis. Lalu korban cerita, jika AM sudah melecehkannya,” tutur salah seorang anggota keluarga korban yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, pada Sabtu, 26 April 2025.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sebelum melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib, keluarga korban telah diundang oleh pihak sekolah dan terduga pelaku untuk melakukan musyawarah. Hasil dari musyawarah tersebut kemudian dituangkan dalam surat pernyataan yang berisi janji AM untuk tidak mengulangi perbuatannya. Pihak keluarga juga meminta agar AM diberikan sanksi berupa dikeluarkan dari sekolah.

Akan tetapi, hingga saat laporan ini dibuat, pihak sekolah belum memberikan tindakan tegas kepada terduga pelaku. Hal inilah yang kemudian mendorong pihak keluarga untuk mengambil langkah hukum dengan membuat laporan ke polisi.

“Iya kemarin kami telah membuat laporan, ke Unit PPA Polres Lebak, dan tinggal menunggu proses selanjutnya,” pungkasnya.

Saat ini, disampaikan bahwa korban mengalami trauma psikologis yang mendalam. Bahkan, dalam satu minggu terakhir, korban hanya masuk sekolah selama dua hari karena masih merasa takut melihat terduga pelaku yang hingga kini masih aktif mengajar.

“Bahkan bukti melakukan pelecehan bukan saja terjadi kepada adiknya, melainkan ada siswa lain yang telah dilecehkan melalui whatsapp dengan kata-kata cabul yang tidak pantas diucapkan oleh seorang pendidik,” tutupnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.