Identitas Mayat Perempuan dalam Tong di Cisadane Mulai Terkuak, Polisi Temukan Ciri Khas Korban

Kronologi Penemuan Mayat Perempuan dalam Tong Plastik 
Kronologi Penemuan Mayat Perempuan dalam Tong Plastik 

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Polisi mulai menemukan titik terang terkait penemuan mayat perempuan dalam tong plastik berwarna biru yang mengambang di aliran Sungai Cisadane, tepatnya di kawasan Babakan, Kota Tangerang. Identitas korban kini dalam tahap konfirmasi setelah dilakukan pemeriksaan sidik jari dan pencocokan wajah.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, menyampaikan bahwa korban diperkirakan berusia antara 25 hingga 30 tahun. Meski tubuh korban telah membusuk dan mengalami kerusakan, sejumlah ciri fisik masih dapat dikenali.

Bacaan Lainnya

“Ada dugaan awal identitas korban yang saat ini kami upayakan untuk dicocokkan dengan keterangan yang ada di lapangan. Kami juga tengah menunggu hasil resmi dari tes DNA untuk memastikan identitasnya,” ujar Jauhari dalam keterangan pers, pada Senin, 28 Januari 2025.

Ia menambahkan, penyelidikan berbasis ilmiah masih terus dilakukan. Petugas juga tengah menelusuri laporan orang hilang yang masuk, guna mempersempit identifikasi.

“Kita coba gali melalui sidik jari, face recognition, dan hasil forensik. Alhamdulillah, saat ini sudah ada arah kecocokan identitas. Mudah-mudahan dengan pendekatan scientific ini, Polri bisa bekerja profesional dan kasus ini bisa segera terungkap secara terang benderang,” ungkapnya.

Dalam hasil pemeriksaan awal, korban diketahui memiliki tahi lalat di bagian bibir dan menggunakan kawat gigi. Temuan ini diharapkan menjadi petunjuk tambahan dalam upaya menghubungkan korban dengan keluarga atau kerabatnya.

“Ciri-ciri ini menjadi bagian dari bahan kami dalam mengonfirmasi identitas korban. Untuk saat ini, informasi ini masih bersifat sementara dan akan kami update sesuai perkembangan,” tutur Jauhari.

Lebih lanjut, autopsi menunjukkan adanya bekas kekerasan pada tubuh korban. Sejumlah tulangnya ditemukan patah, serta terdapat luka di beberapa bagian tubuh.

“Dari tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan. Tapi untuk memastikan apakah ada unsur kekerasan seksual, kami belum bisa menyimpulkan karena proses forensik masih berlangsung. Yang jelas, saat ditemukan korban tidak mengenakan pakaian dalam dan celana,” ucap Jauhari.

Diperkirakan, korban sudah meninggal dunia tiga hingga empat hari sebelum ditemukan, dengan kondisi jasad yang mulai membusuk akibat terendam air.

Hingga kini, penyidik masih menyelidiki motif di balik kematian korban. Dugaan sementara mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Polisi terus mengumpulkan informasi dari lokasi penemuan serta mendalami latar belakang korban.

“Langkah selanjutnya adalah memverifikasi identitas melalui tes DNA dan mencocokkan dengan keluarga yang kemungkinan kehilangan. Proses ini akan memperjelas arah penyelidikan dan mengungkap siapa pelaku di balik peristiwa tragis ini,” pungkas Jauhari.

Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri yang disebutkan agar segera menghubungi pihak berwajib untuk membantu mempercepat proses identifikasi dan pengungkapan kasus ini.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.