Ketua RT Ungkap Sosok Alex Iskandar, Ayah Tiri Alvaro: Tertutup dan Sering Menghindar

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Ketua RT 01/RW 08 Kelurahan Periuk, Kota Tangerang, Kastiah, mengungkap karakter Alex Iskandar yang merupakan ayah tiri dari mendiang Alvaro Kiano Nugroho (6). Ia menyebut Alex sebagai pribadi yang tertutup dan jarang bersosialisasi.

“Kalau Pak Alex itu sehari-harinya ya memang dia enggak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar. Kita ketemunya itu kalau dia keluar, ketemu, nanti ketemunya lagi ya balik lagi, hanya gitu aja sih setiap hari,” ujarnya kepada awak Jurnalis saat ditemui di depan rumah ayah tiri Alvaro, pada Rabu, 26 November 2025.

Bacaan Lainnya

Kastiah mengatakan Alex sudah tinggal di lingkungan tersebut sejak sekitar tahun 2013. Namun, ia mengaku tidak pernah melihat Alex membawa Alvaro ke rumah.

“Kalau Alfaro memang belum pernah dibawa ke sini. Saya tahunya Alfaro hilang itu habis Lebaran dan saya didatangi dari Polda,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa istri baru Alex datang ke rumah hanya beberapa kali dalam seminggu. Kehadiran istri barunya tidak teratur karena kadang datang tiga kali seminggu dan kadang hanya sekali.

BACA JUGA : UPDATE: Tragedi Alvaro Kiano Nugroho: Bocah 6 Tahun Ditemukan Tewas, Ayah Tiri Diduga Pelaku

“Kalau istrinya yang baru ini memang di sini tapi enggak tiap hari. Kadang seminggu tiga kali, kadang seminggu dua kali, kadang seminggu sekali,” ungkapnya.

Menurut Kastiah, Alex sempat pergi ke luar negeri setelah menikah pada Desember 2023. Kepergian itu terjadi pada tahun 2024.

“Pas pergi ke luar negeri itu kan dia nikahnya tahun 2023, bulan Desember. Nah, habis itu tahun 2024, dia berangkatlah itu ke luar negeri,” tandasnya.

Ia mengungkap sering mendengar pertengkaran dari rumah Alex, terutama pada malam hari. Namun warga tidak bisa membantu karena rumah selalu tertutup rapat.

“Kalau cekcok memang sering ya, tapi itu terjadinya setiap malam. Kita enggak bisa nolongin karena pintunya enggak pernah dibuka,” pungkasnya.

BACA JUGA  : Jelang Popda XI Banten, Cabor Angkat Besi Kota Tangerang Berlatih Power dan Teknik

Kastiah menduga pertengkaran itu berkaitan dengan kecemburuan. Hal itu juga pernah disampaikan keluarga Alex melalui pemberitaan.

“Kalau di TV ramainya katanya cemburu. Si Arum juga bilang bahwa si Alex itu cemburu,” tuturnya.

Ia menegaskan Alex adalah sosok yang sangat tertutup. Bahkan orang tuanya sendiri sulit bertemu dengannya.

“Tertutup, tertutup. Ibu kandungnya datang juga enggak pernah dibukain pintu” jelas dia.

Kastiah mengatakan keluarga Alex tersebar di beberapa wilayah seperti Taman Kota dan Tenjo. Rumah adiknya di Tenjo bahkan sempat menjadi lokasi penitipan sebelum pembuangan jenazah Alvaro.

BACA JUGA : Terekam CCTV, Tiga Pencuri Tembaga di Cipondoh Ditangkap Saat Nongkrong di Kontrakan

Terkait kabar kematian Alex, Kastiah mengaku bingung dengan keputusan bunuh diri tersebut. Menurutnya setiap masalah seharusnya bisa diselesaikan.

“Masalahnya kenapa harus seperti itu? Yang namanya manusia kan tidak luput dari salah,” imbuhnya.

Ia juga mempertanyakan keberadaan jenazah Alex yang tidak pernah dibawa ke lingkungan tempat tinggalnya. Padahal KTP Alex masih beralamat di wilayah tersebut.

“Setidaknya harusnya dibawa ke sini dong. Sampai sekarang orang penasaran jenazahnya di mana,” jelasnya.

Kastiah mengungkap dirinya terakhir melihat Alex pada Kamis sore sebelum penangkapannya. Setelah itu ia tidak lagi melihat Alex hingga polisi datang pada malam Sabtu.

BACA JUGA  : Polres Metro Tangerang Kota Ringkus Sopir Taksi Online Pelaku Rudapaksa Penumpang

“Hari Kamis sore dia pulang. Malam Sabtu dibawa ke sini sudah diikat tangannya,” katanya.

Alex diketahui bekerja sebagai kurir Lalamove dan juga menjual minuman Teh Dandang secara online. Namun ia hampir tidak pernah membuka pintu rumah ketika didatangi tamu.

“Dia kurir Lalamove dan usaha Teh Dandang. Tapi memang enggak pernah buka pintu kalau ada tamu,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Alvaro Kiano Nugroho hilang selama delapan bulan sejak Maret 2025. Nasibnya terungkap tragis pada 23 November 2025 ketika rangka manusia ditemukan di bawah Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor.

Kerangka tersebut langsung dievakuasi untuk keperluan otopsi. Polisi kini menunggu hasil DNA dan Labfor untuk memastikan identitasnya.

Penyelidikan mengarah pada ayah tiri Alvaro sebagai tersangka pembunuhan. Pemeriksaan terhadap beberapa saksi menguatkan dugaan adanya kekerasan sebelum korban menghilang.

Tersangka kemudian dilaporkan meninggal dunia saat masih dalam tahanan polisi. Diduga kuat ia mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di ruang Konseling, Mapolres Jakarta Selatan, pada Minggu, 23 November 2025.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.