JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Dunia menyambut generasi baru yang disebut “Generasi Beta,” yakni mereka yang lahir di 1 Januari 2025 dan seterusnya. Generasi ini diharapkan akan menjadi generasi paling terhubung secara digital, mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan penetrasi kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari.
Generasi Beta adalah penerus dari Generasi Alfa (2010-2024) dan diidentifikasi sebagai anak-anak yang lahir dalam era revolusi teknologi tahap lanjut. Kehidupan mereka akan sangat dipengaruhi oleh keberadaan robotika, kecerdasan buatan, realitas virtual, dan teknologi ramah lingkungan.
Gen Beta merupakan anak-anak dari pasangan orang tua yang berasal dari Gen Y (Millenial) dan Gen Z. Gen Beta ini diperkirakan akan membentuk 16% dari populasi global pada tahun 2035 mendatang.
Gen Beta ini diantisipasi akan menjadi generasi yang ditandai oleh integrasi teknologi yang signifikan serta apresiasi yang kuat terhadap keberagaman.
Gen Beta mengambil namanya dari urutan alfabet Yunani, yakni mengikuti Gen Alpha yang disematkan kepada generasi sebelumnya yang menandai permulaan konvensi penamaan baru, berikut ciri-ciri Generasi Beta:
Mahir Digital Sejak Kecil
Generasi Beta akan tumbuh dalam lingkungan digital, dengan teknologi pintar sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari mereka.
Kesadaran Lingkungan Tinggi
Anak-anak Generasi Beta diperkirakan akan tumbuh dengan kesadaran yang lebih tinggi terhadap isu lingkungan, berkat pendidikan berkelanjutan dan kebijakan global yang semakin fokus pada keberlanjutan.
Pola Hidup Adaptif, Kreatif, dan Inovatif
Menghadapi perubahan teknologi yang cepat, Generasi Beta diproyeksikan memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik, kreatifitas membangkitkan inovasi yang tinggi, dibandingkan generasi sebelumnya.
Harapan untuk Generasi Beta
Banyak orang tua dan pendidik berharap Generasi Beta akan membawa perubahan positif bagi dunia. Tantangan besar yang mereka hadapi, seperti krisis iklim, konflik geopolitik, dan ketimpangan sosial, memerlukan pendekatan yang inovatif dan kolaboratif, yang diyakini dapat mereka penuhi dengan kemampuan dan akses teknologi yang mereka miliki.
Dengan lahirnya Generasi Beta, harapan akan dunia yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan semakin nyata. Dunia menyambut anak-anak generasi ini dengan penuh antusiasme dan tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.








