LENSABANTEN.CO.ID — Novel Kehilangan Mestika karya Hamidah menghadirkan kisah yang sarat emosi tentang kehilangan, kenangan, serta pencarian makna hidup. Sejak bagian awal cerita, suasana luka sudah terasa melalui pilihan kata yang seolah menyimpan perasaan yang belum sepenuhnya pulih.
Dalam novel ini, tokoh utama digambarkan berada dalam situasi penuh tekanan, hingga kehilangan kebebasan untuk menentukan arah hidupnya sendiri. Berbagai kondisi yang mengitarinya, seperti tuntutan keluarga, norma sosial, serta keadaan yang tidak dapat ia hindari, memaksanya untuk tunduk dan menjalani sesuatu yang sebenarnya tidak ia inginkan.
Melalui cerita ini, Hamidah menunjukkan bagaimana tekanan dari luar mampu memengaruhi kondisi psikologis seseorang, bahkan hingga membuatnya merasa asing terhadap dirinya sendiri. Pembaca diajak untuk memahami bahwa tidak semua individu memiliki kesempatan yang sama dalam menentukan jalan hidup. Ada kalanya seseorang harus berhadapan dengan tuntutan yang sulit dihindari.
Selain itu, novel ini juga merepresentasikan realitas yang dekat dengan kehidupan, di mana banyak individu mengalami tekanan serupa dalam berbagai bentuk. Hal ini membuat cerita terasa relevan dan mudah dipahami oleh pembaca.
Oleh karena itu, Kehilangan Mestika menjadi karya yang layak untuk dibaca, terutama bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam tentang makna kebebasan, pencarian jati diri, serta cara menghadapi tekanan dalam kehidupan.
Ditulis Oleh : Tatia Nadya Ulya Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta










