KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Setiap 12 Juli diperingati sebagai hari koperasi nasional. Saat ini ada 296 koperasi aktif di Kota Tangerang dengan beragam jenisnya.
Fajruddin Malik, pemerhati Koperasi di Kota Tangerang menilai koperasi di Kota Tangerang saat ini masih belum optimal pasalnya belum memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada.
“Ya jujur saja koperasi yang ada di Kota Tangerang masih belum maksimal memanfaatkan teknologi, hal ini karena nilai investasi yang dianggap cukup besar selain itu juga keterbatasan SDM yang mumpuni di bidangnya,”ungkapnya, Jumat, 12 Juni 2024.
Kendadti demikian, adaptasi teknologi sudah dilakukan pengurus koperasi di kota Tangerang hanya saja masih terbatas.
Fajrudin yang juga Ketua Bidang Permodalan dan Promosi Koperasi di DEKOPINDA Kota Tangerang pun mendorong adanya intervensi pemerintah daerah untuk membangun koperasi di Kota Tangerang lebih baik lagi, karena juga tidak sedikit koperasi yang mati akibat tidak berkembang.
Kepala Bidang Koperasi DisperindagkopUKM Kota Tangerang Abdul Kholil Kurniawan mengatakan, agar koperasi mampu berdaya saing saat ini harus dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Untuk itu, digitalisasi menjadi satu factor yang penting.
Pihaknya terus konsisten melakukan sosialisasi digitalisasi kepada pelaku koperasi yang telah berbadan hukum di Kota Tangerang.
Melalui digitalisasi, sambung Kholil, nantinya para anggota bisa menikmati layanan melalui satu aplikasi dan bisa melihat real time terjadinya transaksi koperasi.
Tidak hanya itu, dengan pemanfaatan teknologi koperasi diharapkan bisa semakin menjawab tantangan saat ini, misalnya pembayaran tagihan bisa satu pintu serta semakin memasyarakatnya koperasi.
Melalui digitalisasi nantinya Dinas Koperasi dan UKM lewat bidang Koperasi akan lebih membangun kemitraan lebih luas lagi dengan berbagai badan usaha yang ada di Kota Tangerang.
“Kami akan fasilitasi koperasi yang ada untuk bermitra dengan berbadan badan usaha yang ada sehingga mempermudah kebutuhan anggota,” ungkap Abdul Kholil.








