Permudah Sensus Ekonomi, BPS Kota Tangerang Andalkan Aplikasi FASIH hingga Metode “Ngisi Bareng” via Zoom

Permudah Sensus Ekonomi, BPS Kota Tangerang Andalkan Aplikasi FASIH hingga Metode Ngisi Bareng via Zoom
Permudah Sensus Ekonomi, BPS Kota Tangerang Andalkan Aplikasi FASIH hingga Metode Ngisi Bareng via Zoom

 KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi untuk memudahkan masyarakat serta mempercepat proses pengumpulan data. Berbagai metode alternatif mulai dari aplikasi hingga pengisian mandiri secara daring dikerahkan guna mengatasi kendala di lapangan.

Kepala BPS Kota Tangerang, Muladi Widastomo, menyatakan bahwa sebagai sebuah sensus, seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali wajib didata. Petugas menyisir seluruh wilayah, mulai dari kawasan perumahan elite, menengah, hingga pemukiman warga lainnya tanpa ada stratifikasi atau pemilihan wilayah tertentu.

Bacaan Lainnya

“Untuk metode pengumpulannya, selain sekarang door-to-door (pintu ke pintu), kita juga memakai aplikasi bernama FASIH. Jika memang ada kendala masyarakat tidak berkenan atau waktunya belum pas, bisa dilakukan dengan berbagai cara alternatif,” ujar Muladi saat ditemui di kantornya, Rabu 1 Juli 2026.

Ragam Metode Pengumpulan Data

Guna mengantisipasi kesibukan warga atau pihak yang sulit ditemui, BPS Kota Tangerang menerapkan strategi multi-saluran (multi-channel). Jika metode wawancara langsung terhambat, BPS menyediakan opsi berikut:

  • CAWI (Computer-Assisted Web Interviewing): Pengisian data secara mandiri oleh responden melalui tautan yang dikirimkan via email (blasting email).
  • PAPI (Paper and Pencil Interviewing): Penggunaan kuesioner fisik atau kertas yang tetap digunakan pada situasi tertentu.
  • DAPU (Drop-And-Pick-Up): Metode meninggalkan formulir fisik di lokasi responden untuk diisi secara mandiri, kemudian diambil kembali oleh petugas setelah selesai.

Strategi ini juga diterapkan pada sektor usaha mikro dan makro. BPS Kota Tangerang berencana melakukan pendataan tenant-to-tenant secara langsung di Tangerang City Mall yang mencakup sekitar 1.500 penyewa. Jika pemilik toko sibuk, petugas akan meninggalkan dokumen kertas dengan metode DAPU agar tidak mengganggu aktivitas bisnis.

Koordinasi Digital dan Capaian Target

Sebelum terjun langsung ke lapangan, BPS Kota Tangerang telah melakukan koordinasi intensif secara digital dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satunya adalah pengisian data bersama (ngisi bareng) dengan Dinas Kesehatan yang melibatkan 135 rumah sakit melalui pertemuan virtual Zoom.

Inovasi pengumpulan data berbasis digital ini diklaim memberikan hasil yang signifikan. Muladi mengungkapkan, respons masyarakat melalui metode CAWI tergolong sangat baik dan efektif mempercepat progres pendataan tanpa harus mengandalkan interaksi fisik tatap muka secara terus-menerus.

Hingga saat ini, capaian pengumpulan data Sensus Ekonomi di Kota Tangerang telah menyentuh angka 23 persen. Angka tersebut berhasil melampaui target nasional yang ditetapkan untuk dua minggu pertama pelaksanaan.

“Target nasional untuk dua minggu awal adalah 20 persen, dan kita (Kota Tangerang) sudah melebihi itu, berada di angka 23 persen per hari ini. Artinya, kalau dilihat secara kasat mata, sebetulnya tidak ada kendala yang berarti karena target dapat terpenuhi,” pungkas Muladi.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.