KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID– Kesehatan anak tentunya menjadi prioritas utama bagi para orang tua. Terutama bagi Syakhi Darmawan (28), warga Kota Tangerang. Sebagai seorang ayah muda, ia merasakan betapa berharganya kesehatan buah hati, terlebih ketika anaknya mendadak sakit.
Melalui tim Jamkesnews, Syakhi mengaku merasakan cemas bercampur panik saat melihat anaknya mendadak sakit dan harus masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, di balik rasa panik tersebut, ia merasa lebih tenang karena sang anak sudah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dengan adanya perlindungan kesehatan itu, dirinya tidak lagi terbebani soal biaya perawatan kesehatan darurat di rumah sakit.
“Kalau tidak ada program JKN, saya tidak bisa bayangkan berapa biaya yang harus saya keluarkan pada malam itu. Anak saya langsung ditangani dengan cepat di IGD oleh dokter yang berjaga, diberikan obat, dan tindakan medis yang diperlukan juga. Alhamdulillah, semua ditanggung oleh program JKN, sehingga saya bisa lebih tenang dan fokus saja untuk menemani anak saya sembuh,” ungkap Syakhi pada Kamis 21 Agustus 2025.
Tidak hanya kali ini, Syakhi menceritakan bahwa kehadiran program JKN sudah lama ia rasakan manfaatnya. Sejak istrinya hamil hingga melahirkan, seluruh proses pemeriksaan kehamilan, persalinan, hingga perawatan pasca persalinan juga menggunakan program JKN.
Bahkan hingga saat ini, setelah anak lahir, imunisasi rutin yang dijalani anaknya di fasilitas kesehatan juga ditanggung oleh program JKN. Menurut Syakhi, ini merupakan bukti bahwa Pemerintah Indonesia juga dapat menjamin kesehatan masyarakat Indonesia dan akses fasilitas kesehatan menjadi mungkin bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Mulai dari istri saya hamil, kontrol bulanan, melahirkan di rumah sakit, sampai anak saya imunisasi, semua pakai program JKN. Itu sangat meringankan kami sebagai keluarga muda. Kalau hanya mengandalkan penghasilan saya, tentu sangat berat menanggung biaya kesehatan yang tidak sedikit. Ini kan jadinya bukti untuk kita semua, buat akses faskes ya bisa untuk semua kalangan bukan cuman yang punya duit aja,” jelas Syakhi.
Bagi Syakhi, program JKN bukan hanya soal biaya melainkan juga soal ketenangan batin. Ia bisa membawa keluarganya berobat tanpa harus menunda hanya karena alasan biaya. Apalagi, menurutnya kesehatan adalah hal yang paling berharga, terutama bagi anak kecil yang membutuhkan perhatian ekstra sejak lahir.
Terlebih, layanan yang diberikan pun sangat baik dan tidak ada perlakuan diskriminasi bagi pasien yang menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah maupun swasta.
“Anak kecil kan sering rentan sakit. Dengan adanya program JKN, saya tidak pernah ragu membawa anak ke faskes. Saya merasa benar-benar terbantu, karena tidak harus menunda pengobatan hanya karena memikirkan biaya.”
“Belum lagi semua layanan yang diberikan baik dari sarana prasarana hingga tenaga medis yang melayani semuanya sangat baik. Kami tidak pernah merasa dibeda-bedakan karena menggunakan program dari pemerintah. Menurut kami, program ini sangat penting untuk keluarga seperti kami,” tuturnya.
Menutup ceritanya, Syakhi berharap agar masyarakat luas dapat semakin sadar pentingnya memiliki perlindungan kesehatan. Ia turut mengingatkan agar masyarakat yang sudah terdaftar sebagai peserta program JKN tetap aktif membayar iuran, sehingga keberlangsungan program ini dapat terus memberikan manfaat bagi jutaan keluarga di Indonesia.
Ia pun berharap agar BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara juga terus meningkatkan kualitas pada layanan program JKN. Ia yakin kesehatan yang layak adalah milik semua orang.
“Kalau boleh saya bilang, program JKN ini bukan hanya jaminan kesehatan tapi juga pegangan hidup. Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang, tapi setidaknya kita bisa lebih siap. Saya sangat bersyukur ada program JKN ini, karena keluarga saya sudah merasakan langsung manfaatnya.
Makanya, saya berharap masyarakat Indonesia yang belum terdaftar dapat mendaftarkan dirinya dan yang sudah terdaftar tetap aktif membayar iuran. Penyelenggara pun harus lebih meningkatkan kualitasnya. Mari kita bergotong royong karena kesehatan yang layak adalah milik semua orang,” pungkasnya.









