Toko Kosmetik di Kelapa Dua Diduga Edarkan Eximer dan Tramadol

Toko Kosmetik di Kelapa Dua Diduga Edarkan Eximer dan Tramadol
Toko Kosmetik di Kelapa Dua Diduga Edarkan Eximer dan Tramadol

KABUPATEN TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Sebuah toko di Kampung Rumpak Sinang, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, tengah menjadi sorotan karena diduga menjalankan praktik ilegal penjualan obat-obatan terlarang jenis Eximer dan Tramadol. Ironisnya, toko tersebut beroperasi dengan kedok sebagai toko kosmetik.

Tim media yang menyambangi langsung lokasi pada Sabtu, 24 Mei 2025 telah menemukan fakta mengejutkan. Seorang penjaga toko secara terang-terangan mengakui bahwa mereka memang menjual dua jenis obat tersebut.

Bacaan Lainnya

“Barangnya ada, tapi saya tidak bisa keluarkan. Bos Muklis melarang menunjukkan ke siapa pun,” ujar penjaga toko tersebut kepada awak media.

Saat diminta menunjukkan barang yang disebut, penjaga toko menolak dengan dalih ada larangan langsung dari pemilik toko yang disebut bernama Muklis.

Selain Muklis, penjaga toko juga menyebut nama lain, yakni Bili, yang diduga turut terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.

Lebih mencurigakan lagi, toko yang tampak kecil dan sederhana itu justru dipenuhi dengan kamera CCTV di berbagai sudut ruangan. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa keberadaan kamera tersebut tidak hanya untuk pengamanan, namun juga untuk mengontrol aktivitas internal yang patut dicurigai.

Sebagaimana diketahui, Eximer dan Tramadol termasuk dalam kategori obat keras yang tidak boleh diperjualbelikan secara bebas. Penggunaan kedua jenis obat ini harus melalui pengawasan medis dan resep resmi dari dokter.

Penjualan bebas tanpa izin jelas melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi pidana berat.

Hingga saat ini, belum ada tindakan dari pihak berwenang terhadap keberadaan toko tersebut. Warga sekitar menyatakan keresahannya dan berharap adanya langkah cepat dari aparat penegak hukum.

Aktivitas seperti ini dinilai sangat berbahaya karena berpotensi merusak generasi muda dan menurunkan kualitas lingkungan sosial. Pemerintah daerah dan aparat kepolisian diharapkan segera bertindak tegas sebelum dampaknya semakin meluas.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.