KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) Kota Tangerang bersama Asosiasi Tenaga Teknik Konstruksi Indonesia (Astekindo) menggelar pembekalan dan uji sertifikasi kompetensi kerja bagi 50 pekerja di bidang paving dan irigasi.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan profesionalitas para tenaga lapangan sekaligus mendukung mutu pembangunan infrastruktur kota.
Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, membuka Acara Pembekalan dan Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja Bagi Tenaga Kerja Konstruksi 2025, yang digelar Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kota Tangerang di Ruang Rapat Dinas PUPR, Rabu 20 Agustus 2025.
“Sertifikat keahlian bukan sekadar kertas, tapi tiket berharga di dunia kerja profesional. Ini bukti kemampuan Saudara sesuai standar mutu dan kompetensi, sesuatu yang patut dibanggakan,” ujar Maryono.
Maryono, menekankan, pembangunan infrastruktur di Kota Tangerang tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga pada perawatan dan keberlanjutan. Tenaga kerja yang kompeten menjadi kunci agar semua proyek berjalan optimal.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Adrial Karami, menambahkan bahwa sertifikasi ini menjadi bentuk pengakuan resmi atas keahlian para tukang.
“Sertifikasi ini ibarat SIM bagi tenaga lapangan. Dengan adanya kompetensi yang diakui secara formal, hasil pekerjaan diharapkan lebih berkualitas dan terstandar,” ujarnya.
Adrial menambahkan, sertifikasi bertujuan meningkatkan keahlian tukang dalam pemeliharaan infrastruktur, memberikan pengalaman formal melalui uji kompetensi, sekaligus memastikan tenaga kerja memiliki kemampuan sesuai bidangnya.

“Ini bukti resmi bahwa pekerja yang bersertifikat memiliki kapasitas profesional dalam mendukung pembangunan kota,” jelasnya.
Pada tahun 2025, Dinas Perkim menargetkan 150 peserta mengikuti sertifikasi dalam tiga tahap. Tahap pertama sudah terlaksana pada 18 Juni 2025 dengan melibatkan 50 tukang aspal.
Kini, tahap kedua kembali diikuti 50 peserta yang terbagi atas 30 tukang paving dan 20 tukang irigasi. Selanjutnya, tahap ketiga dijadwalkan pada Oktober mendatang dengan menyasar para tukang yang ada di Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).
Adrial menegaskan bahwa program sertifikasi ini sudah bergulir sejak 2024 dengan total 100 peserta. Tahun lalu, peserta berasal dari tenaga internal Dinas Perkim dan juga Dinas Budaya dan Pariwisata.
“Ke depan, setiap pekerjaan, termasuk program bedah rumah, akan melibatkan tenaga bersertifikat agar kualitas hasilnya lebih terjamin,” tuturnya.
Melalui kerja sama dengan Astekindo yang berkompeten di bidang pertukangan, Pemerintah Kota Tangerang berharap sertifikasi ini dapat mencetak tenaga konstruksi yang andal, profesional, serta berkontribusi langsung terhadap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur perkotaan.(*/Adv)








