KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Bagi banyak masyarakat lanjut usia, memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang mudah dan terjangkau merupakan kebutuhan yang sangat penting. Terlebih ketika kondisi kesehatan mulai menurun.
Di tengah tantangan tersebut, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir sebagai solusi nyata. Salah satu peserta yang merasakan langsung manfaat program ini adalah Sarmi (70).
Di usianya yang tak lagi muda, Sarmi sempat mengalami stroke ringan dan menderita tekanan darah tinggi yang sudah cukup lama ia keluhkan.
Namun berkat pelayanan kesehatan yang ia dapatkan lewat program JKN, kondisi kesehatannya kini berangsur membaik dan Sarmi dapat menjalani aktivitas ringan sehari-hari tanpa keluhan berarti.
“Kalau sudah lanjut usia kayak saya inikan berharapnya akses ke pelayanan kesehatan mudah. Apalagi sudah menderita stroke dan tekanan darah tinggi, butuh sekali pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memantau kondisi saya. Alhamdulillah pemerintah hadir dan saya sudah lama terdaftar jadi tidak perlu dipusingkan dengan biaya yang meroket. Kalau tidak ada program JKN ini, saya enggak tahu harus bagaimana. Mau bayar dari mana? Untuk kerja saja saya sudah susah. Untung ada program JKN, jadi langsung bisa ditangani,” ujarnya pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Stroke ringan yang dialami Sarmi datang secara tiba-tiba beberapa bulan lalu. Ketika itu, ia merasa lemas di separuh tubuh dan sulit berbicara. Keluarganya segera membawanya ke salah satu rumah sakit di Kota Tangerang yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Dalam kondisi darurat tersebut, keluarga Sarmi tidak dipusingkan dengan biaya karena Sarmi sudah terdaftar sebagai peserta program JKN. Menurut pengakuannya, seluruh layanan yang ia terima ditanggung sepenuhnya oleh program JKN. Bahkan setelah dirawat inap dan diperbolehkan pulang, ia tetap bisa kontrol rutin dan menjalani fisioterapi lanjutan tanpa perlu mengkhawatirkan biaya.
“Setiap bulan saya ke rumah sakit buat kontrol darah tinggi dan terapi pasca stroke ringan. Dari terapi hingga obat-obatan semuanya ditanggung, saya tinggal datang menunjukkan KTP saya saja. Sekarang sudah lebih mudah menurut saya. Tidak perlu mengantri panjang, tidak perlu datang dari subuh, anak saya cukup ambil antrian online dari aplikasi Mobile JKN dan saya tinggal datang sesuai estimasi waktu yang tertera,” ujar Sarmi.
Ia mengatakan bahwa pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit dan tenaga medisnya sangat baik. Tidak ada petugas yang membedakan pasien pengguna program JKN maupun pasien dengan jaminan lainnya.
Bagi Sarmi, kehadiran program JKN seperti penyelamat hidup bagi masyarakat kecil sepertinya. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, Sarmi mengaku tidak akan sanggup membayar biaya pengobatan jika tidak ada program jaminan kesehatan ini. Ini bentuk kepedulian pemerintah bagi masyarakat yang bertaraf hidup sepertinya.
“Kalau bayar sendiri bisa jutaan. Jujur, saya gak sanggup. Saya juga kan pasti rutin melakukan kontrol kondisi saya setiap minggunya. Saya gak bisa bayangkan berapa banyak yang saya harus keluarkan. Tapi dengan program JKN, saya bisa sembuh, bisa rutin cek kesehatan, bisa dapat obat. Saya benar-benar merasa ditolong. Terlebih, semua petugasnya juga tidak membeda-bedakan dengan pasien lainnya. Bener-benar hal yang saya sangat syukuri, memang kesehatan itu mahal harganya,” ucapnya.
Kini, meski usianya sudah 70 tahun, Sarmi tetap semangat untuk menjaga kesehatannya. Ia rutin memeriksa tekanan darahnya, menjaga pola makan, dan mengikuti saran dokter agar tidak kambuh kembali.
Ia juga berharap agar pemerintah terus memperkuat layanan program JKN dan memperluas aksesnya, agar semakin banyak masyarakat yang terbantu seperti dirinya.
Menurutnya, Program JKN merupakan wujud nyata gotong royong masyarakat Indonesia dalam bidang kesehatan. Setiap peserta yang rutin membayar iuran secara tidak langsung telah membantu sesama yang membutuhkan layanan medis seperti dirinya.
“Harapan saya, semoga program JKN terus ada, semakin baik, dan bisa bantu orang-orang seperti saya. Terutama orang tua yang sudah tidak bekerja dan butuh pengobatan. Jangan anggap remeh BPJS Kesehatan dan program JKN. Kita tidak tahu kapan sakit datang. Kalau sudah kejadian, Program JKN lah yang menjadi penyelamat. Saya juga turut mengingatkan kepada semua peserta program ini agar rutin membayar iuran karena iuran kalian lah yang membantu masyarakat kecil seperti kami,” pungkasnya.









