TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Hermawan yang akrab disapa Jampang menghadirkan Angkringan Dialektika sebagai ruang kuliner bernuansa edukasi di Kampung Bekelir, Kota Tangerang. Tempat ini tidak hanya menyajikan makanan dan minuman khas angkringan, tetapi juga membawa misi sosial untuk memberdayakan masyarakat.
Berbeda dari angkringan pada umumnya, Angkringan Dialektika dirancang sebagai ruang interaksi yang mendorong aktivitas belajar bersama. Konsep ini menjadikan angkringan bukan sekadar tempat nongkrong, melainkan wadah pengembangan pengetahuan.
Salah satu program yang rutin digelar adalah bimbingan belajar gratis setiap minggu bagi anak-anak dan remaja. Program ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang membutuhkan pendampingan tambahan tanpa biaya.
“Tujuan utama saya adalah menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Jampang, saat dikonfirmasi Lensa Banten, pada Jumat, 26 Desember 2025.
Selain bimbingan belajar, Angkringan Dialektika juga mengadakan diskusi terbuka dua pekan sekali. Kegiatan ini mengangkat beragam topik untuk memperluas wawasan serta menumbuhkan budaya berdialog di tengah masyarakat.
Di area angkringan, pengunjung juga dapat memanfaatkan taman baca gratis yang disediakan. Beragam koleksi buku dapat dibaca sambil menikmati suasana santai dan sajian angkringan.
Perpaduan antara kuliner dan kegiatan edukatif menjadikan Angkringan Dialektika sebagai ruang alternatif yang bermanfaat bagi warga sekitar. Inisiatif ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan di lingkungan komunitas.
“Kami percaya bahwa dengan menyediakan tempat untuk belajar dan berdiskusi, kita dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.” Tegas Jampang.
Ke depan, keberadaan Angkringan Dialektika diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk menghadirkan konsep serupa. Langkah sederhana ini menunjukkan bahwa ruang kuliner juga dapat berperan sebagai pusat pembelajaran dan penguatan masyarakat.










