TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Tangerang, Margiono, menyampaikan bahwa wilayah Kota Tangerang telah memasuki musim penghujan. Hampir seluruh kawasan mengalami peningkatan potensi hujan dengan intensitas yang akan terus bertambah dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi ini menjadi dasar pentingnya apel siaga bencana yang digelar Pemkot Tangerang.
Margiono menjelaskan bahwa informasi cuaca dari BMKG menjadi acuan pemerintah daerah dalam menetapkan langkah antisipasi. Peningkatan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan angin kencang perlu diwaspadai sejak sekarang. BMKG memprediksi bahwa intensitas curah hujan di Kota Tangerang akan terus meningkat menuju akhir Desember 2025 hingga awal 2026.
“Cuacanya sudah masuk musim penghujan ya, hampir sebagian besar sudah masuk musim hujan. Kesiapsiagaan ini penting karena curah hujan diperkirakan meningkat dari akhir Desember sampai awal 2026, bahkan hingga Maret, dengan puncaknya pada Januari dan Februari,” ujar Margiono, pada Rabu, 10 Desember 2025 usai Apel Siaga Darurat Bencana di Situ Cipondoh, pada Rabu, 10 Desember 2025.

Ia mengatakan pola panas di siang hari dan hujan pada sore atau malam merupakan fenomena umum saat peralihan menuju musim hujan. Kondisi ini sudah biasa terjadi dan menjadi tanda meningkatnya aktivitas atmosfer di kawasan Jabodetabek termasuk Kota Tangerang. Fenomena tersebut diperkirakan terus berlangsung hingga puncak musim hujan.
“Fenomena panas di siang hari lalu hujan di sore hari itu sudah biasa terjadi menjelang musim penghujan. Polanya memang seperti itu, termasuk di wilayah Kota Tangerang,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. Pemerintah daerah juga diminta terus memperbarui informasi cuaca dan menyebarkannya kepada masyarakat. Kesiapsiagaan dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak bencana selama musim penghujan.









