Indeks Literasi Al-Qur’an Masyarakat Indonesia Tinggi Menurut Survei Kemenag, Ini Datanya

72% Muslim di Indonesia Buta Huruf Alquran, Apa Penyebabnya?

 

JAKARTA,  LENSABANTEN.CO.ID  –  Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama baru-baru ini merilis hasil dari “Survei Nasional Potensi Literasi Al-Qur’an Masyarakat Indonesia” tahun 2023. Menurut survei ini, Indeks Literasi Al-Qur’an mencapai angka 66,038, yang masuk dalam kategori tinggi.

Bacaan Lainnya

Survei ini melibatkan 10.347 responden dan dilakukan secara acak berjenjang dengan tingkat kepercayaan 96 persen dan margin of error 1 persen. Survei ini merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Penais, BRIN, dan Lembaga Kajian dan Kebijakan Pendidikan Universitas Indonesia (LK3P UI) pada bulan Juli 2023.

Menurut Ahmad Zayadi, Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam, upaya untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an terus dioptimalkan melalui berbagai program pembelajaran, melibatkan berbagai pihak seperti Penyuluh Agama, Majelis Taklim, Ormas Islam, dai/daiyah, dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).

Zayadi juga mendorong masyarakat Muslim untuk mengikuti majelis pembelajaran Al-Qur’an yang tersedia di sekitar tempat tinggal mereka, serta memanfaatkan media sosial sebagai sumber pembelajaran yang signifikan.

Selain itu, Zayadi menekankan pentingnya pemahaman kaidah-kaidah tajwid dalam membaca Al-Qur’an dengan lancar. Dia juga mengingatkan tentang pentingnya pengajar yang berkualitas, majelis pembelajaran Al-Qur’an, serta program literasi Baca dan Tulis Al-Qur’an yang diselenggarakan bersama pemerintah daerah.

Zayadi berharap LPTQ di berbagai tingkatan, dari kecamatan hingga provinsi di seluruh Indonesia, dapat menciptakan program peningkatan literasi Al-Qur’an yang berdampak langsung pada masyarakat.

Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an dan Alhadits, Rijal Ahmad Rangkuty, menyatakan bahwa hasil survei ini akan menjadi landasan untuk menguatkan dan menginovasi program-program literasi dan pembelajaran Al-Qur’an di masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat Muslim untuk memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dengan berbagai tafsir dari ulama yang berkompeten.

“Mengamalkan Al-Qur’an tidak hanya melalui tafsir tunggal, melainkan juga beragam tafsir dari ulama yang berkompeten,” harap Rijal, Kamis 12 Oktober 2023.

Data Hasil Survey

Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengenali huruf dan harakat Al-Qur’an (61,51%), mampu membaca susunan huruf menjadi kata (59,92%), dan membaca ayat dengan lancar (48,96%). Namun, hanya 44,57% responden yang mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar sesuai tajwid. Selain itu, 38,49% responden belum memiliki literasi baca Al-Qur’an.

Survei juga menemukan bahwa 11,3% responden tidak memiliki Mushaf Al-Qur’an di rumah mereka. Penyuluh Agama memainkan peran penting, dengan skor 78,2 bagi masyarakat yang mengikuti Program Penyuluhan Literasi Al-Qur’an. Namun, 22,2% responden mengaku tidak ada majelis pembelajaran BTQ di tempat tinggal mereka, dan sebagian besar yang ada (59,36%) tidak pernah mengikutinya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.