PAMULANG, LENSABANTEN.CO.ID – Tim Literasi dan Civitas Akademik madrasah MTsN 1 Kota Tangerang Selatan bersama murid penuh gegap-gempita turut memeriahkan Hari Literasi Internasional. Aula sontak memecah keheningan. Acara spektakuler dimula dengan Mars Gerakan Literasi, semua hanyut dalam petualangan lirik Mars yang memikat.
Kepala Madrasah MTsN 1 Kota Tangerang Selatan , Dr. H. Ade Zaenudin, M.A. dalam sambutannya menyampaikan, “Generasi Literat adalah generasi yang mampu mendapatkan informasi dengan cermat, mengolah informasi dengan akurat, dan menggunakan informasi dengan tepat, untuk memecahkan masalah secara bermartabat.”
Demikian urgen aktivitas membaca di era digital. Pada momen ini, Ade Zaenudin mengajak segenap hadirin menggemakan yel-yel literasi saling bersahutan. Sebagai generasi literat, semua murid nampak antusias sambil memperlihatkan buku bacaan favoritnya. Sudah menjadi pembiasaan mereka pula, memecahkan rekor membaca senyap selama tiga puluh menit pada awal KBM di setiap hari Kamis.
Hari yang tak terlupakan oleh semua, terkhusus bagi sang Penulis handal, Dede Saroni. Ia tersenyum haru, terlihat dari jajaran duduk paling depan. Dan lebih lanjut, launcing buku ke-5 nya “Pelabuhan Terakhirku” menjadi fokus perhatian hadirin. Karnya masih hangat, belum lama terbit pada Mei 2026.
Di permulaan bukunya tertera sambutan Kepala Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin. Beliau mengapresiasi isi buku sebagai bahan bacaan yang memberi inspirasi. Sajiannyayakni potret pengalaman hidup, seputar pendidikan, persahabatan, keluarga hingga dinamika sosial. Sesi‘Talk Show’ dipandu oleh murid bernama Kayyisa.
Sorak-sorai langsung menyelimuti suasana aula. “Menjadi Penulis itu butuh modal, dan modal terbesarnya adalah istiqomah di tengah berbagai rintangan,” begitu kuat motivasi yang diterapkannya.

Penulis berpesan agar senantiasa semangat membuat tulisan setiap hari. Trik yang sudah dijalaninya dengan rutin, setiap hari ditekuni kini telah membuktikan banyak hasil.
Demikian pula dari perwakilan guru, Siti Bahriah memberikan testimoni tentang isi bukunya seraya memberi semangat, “Melatih 1 kebaikan sederhana yang dilakukan 1.000 kali, lebih baik dari pada mengebut 1.000 tindakan dalam 1 waktu!” Maka berlatih terus praktik menulis dengan rutin meski sedikit, punya efek jauh lebih dahsyat dan bermanfaat. Karena sikap istiqomah adalah amalan yang paling dicintai Allah, kata Rasul SAW.
Penampilan dari jiwa-jiwa literat yang sedang unjuk kebolehan, sangat memukau. Tari Persembahan, puisi, dongeng, kuis, hingga atraksi penampilan kelas turut mengagungkan budaya literasi. Tak terasa acara segera berakhir, murid dan guru mesti kembali melanjutkan rutinitasnya.
MC mengakhiri mata acara, dan murid-murid dengan bertahap beranjak dari aula menuju kelas dengan tertib. (SB)
Salam Literasi!
Penulis : Siti Bahriah







