Selama mendampingi ibunya menjalani pengobatan, menurutnya pelayanan yang diberikan dengan menggunakan JKN sangat baik dan semua setara.
TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Keberadaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia.
Salah satunya Minah, Ibu berusia 54 tahun asal Tangerang. Selama kurang lebih 6 bulan, Minah terus mendampingi ibunda tercinta untuk menjalani pengobatan mata.
Minah mengaku, telah mendaftarkan sang ibunda menjadi peserta JKN jauh sebelum sakit yang diderita ibunya. Hal ini dikarenakan, di lingkungan tempat tinggalnya telah banyak masyarakat yang terbantu biaya pengobatan dengan menjadi peserta JKN.
“Sejak akhir tahun 2023 silam, ibu saya menderita sakit dimatanya. Awalnya kami tidak menyadari kalau sakitnya katarak. Saya kira hanya faktor usia karena memang katanya pandangan mulai samar. Pengelihatan ibu juga sensitif kalau lihat silau cahaya, seperti ada lingkaran di sekelilingnya. Kalau malam hari ibu saya semakin kesulitan untuk melihat. Karena mungkin lama gak diperiksakan, jadinya mata ibu terasa nyeri,” bebernya.
Karena tak kunjung membaik, Minah mencoba membawa ibunya untuk berobat ke Puskesmas yang kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Insan Permata. Setelah berkonsultasi dengan dokter, sang ibu dinyatakan menderita katarak dan dijadwalkan untuk segera menjalani operasi.
Selama mendampingi ibunya menjalani pengobatan, menurutnya pelayanan yang diberikan dengan menggunakan JKN sangat baik dan semua setara. Tidak ada perbedaan pasien umum maupun pasien menggunakan JKN.
Minah mengatakan selama ini dirinya tidak pernah diminta biaya tambahan selama berobat menggunakan kepesertaan JKN. Tidak sampai di situ, saat ini pun sang ibunda rutin setiap bulan melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan karena harus rutin memeriksakan matanya pasca operasi.
Hal ini membuat Minah dan keluarga bergantung pada kepesertaan Program JKN untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sebagai tambahan, Minah menceritakan kepercayaannya kepada BPJS Kesehatan selaku penyelenggara Program JKN tak pernah memberikan kesan negatif untuk ia dan keluarga selama menggunakan kartu JKN miliknya.
“Alhamdulillah, sekarang ibu saya sudah membaik dan sekarang tinggal kontrol rutin. Saya juga bersyukur perawatannya memuaskan, tidak ada ini-itunya, obat lancar. Selama proses pengobatan tidak pernah sekalipun dipungut biaya. Kalau lewat umum pasti mahal banget biayanya. Dari dulu, saat sakit saya dan keluarga selalu berobat ke rumah sakit ini, dan kami selalu pakai kartu JKN. Mungkin sudah 6 tahun lebih kami selalu mengandalkan kartu sakti ini,” kata Minah sambil menunjukkan kartu JKN miliknya.
Menutup perbincangan, tak lupa Minah mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan BPJS Kesehatan atas keberlangsungan Program JKN. Minah menyampaikan harapannya agar Program JKN terus ada untuk masyarakat dan keberlangsungan Program JKN semakin lancar tanpa ada hambatan yang berarti.
Dirinya juga berharap seiring dengan tumbuh dan berkembangnya program JKN ini, banyak masyarakat juga semakin paham dan juga meyakini bahwa program ini benar-benar harus dimiliki oleh setiap orang yang harus dijaga bersama.
Menurutnya, sebuah kesadaran itu berawal dari diri sendiri kemudian ke orang lain.
“Semakin banyak masyarakat ikut berpartisipasi aktif dan sadar akan pentingnya sebuah jaminan kesehatan, maka akan terwujud kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kalau manfaatnya banyak kenapa tidak kita dukung, mengikuti program JKN ini tidak ada ruginya. Iuran yang kita bayarkan juga akan kembali ke kita lagi nantinya. Kalau kita tidak sakit, nantinya bisa dimanfaatkan juga untuk keluarga kita. Seperti saat ini, iuran saya dan juga iuran peserta lain ikut membantu biaya pengobatan ibu saya,” pesan Minah.









