TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya dirasakan oleh Khaerul Nisa (23) yang akrab disapa Nisa. Nisa merupakan seorang pekerja di salah satu perusahaan di kawasan Bandara Soekarno-Hatta yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan sejak mulai bekerja pada Januari 2024.
Nisa berbagi pengalamannya dalam menggunakan program JKN. Menurutnya, program JKN memiliki dampak besar dalam proteksi diri dan keluarganya.
“Saya terdaftar sebagai peserta program JKN yang ditanggung perusahaan sejak Januari 2024. Awalnya, saya cuman menganggap itu sebagai kewajiban perusahaan terhadap pekerjanya. Namun, sejak saya merasakan manfaatnya secara langsung, saat itu juga saya paham pentingnya program JKN bagi masyarakat Indonesia,” ujar Nisa pada Kamis 7 Mei 2026.
Saat pertama kali bekerja, Nisa dalam kondisi hamil besar. Ia menjelaskan bahwa dari pemeriksaan hingga persalinan semuanya ditanggung oleh program JKN. Hal ini membuatnya mengapresiasi manfaat dari program JKN yang ia rasakan saat itu.
Tak hanya itu, Nia juga menceritakan bahwa mulai dari pemeriksaan pertama di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hermina Tangerang semuanya lancar dan alurnya pun mudah dipahami.
“Saya pertama kali datang itu di klinik dekat rumah, awalnya untuk pemeriksaan kehamilan rutin. Namun, semakin dekat dengan persalinan saya dan suami akhirnya memutuskan untuk tetap menggunakan manfaat dari program JKN. Bukan hanya manfaatnya yang saya rasakan, tapi semua alur juga mudah saya pahami. Bahkan saat dirujuk ke RS Hermina Tangerang untuk persalinan pun proses administrasi semuanya mudah dan nol rupiah. Saya sangat mengapresiasi hal ini,” tutur Nisa.
Tidak hanya untuk persalinan, Nisa juga mengaku memanfaatkan program JKN saat menjalani pengobatan GERD yang dideritanya. Menurutnya, pelayanan yang diterima sangat baik dan membuat dirinya merasa nyaman selama menjalani perawatan.
Selama proses perawatan pun tidak ada narasi maupun tingkah laku dari petugas dan tenaga medis yang membeda-bedakan antara peserta program JKN dan peserta umum. Semuanya diperlakukan dan dilayani secara setara dan tanpa diskriminasi.
“Saya kan punya GERD juga ya, jadi biasa pakai program JKN untuk pengobatan GERD. Alhamdulillah selama pengobatan semuanya lancar dan sangat nyaman. Kalau diingat-ingat juga sejauh ini semua petugasnya gak pernah ada yang membeda-bedakan, ya. Apalagi diskriminasi, jelas tidak ada. Mau saat saya berobat, suami saya, ataupun anak-anak semuanya dilayani dengan baik dan tanpa diskriminasi dari pihak klinik maupun rumah sakit,” ucap Nisa.
Bagi Nisa dan keluarga, program JKN bukan hanya sekadar program jaminan kesehatan, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan yang memberikan ketenangan dalam menghadapi risiko kesehatan di masa depan. Terutama dalam kondisi darurat dan membutuhkan penanganan segera. Oleh karena itu, Nisa dan keluarga berharap program JKN ini terus ada untuk masyarakat. Tak hanya itu, menutup ceritanya Nisa juga berharap tidak hanya pemerintah yang berperan namun masyarakat pun harus proaktif dalam gotong royong ini.
“Bagi saya dan suami, program JKN membuat kami merasa lebih tenang dan terbantu saat membutuhkan pelayanan kesehatan. Kami merasa lebih siap dalam menghadapi risiko penyakit yang ada. Apalagi semua administrasinya sudah sangat mudah, saya kemarin cuman butuh KTP saja. Makanya, saya berharap pemerintah terus menjalankan program ini. Bagi kami, ini harapan untuk dapat mengakses fasilitas kesehatan dengan mudah. Tapi tentu peran masyarakat juga dibutuhkan untuk proaktif bergotong royong terhadap keberlangsungan program ini, ” tutup Nisa.







