Fakta Keterisolasian: 73 KK Terdampak, Kendaraan Anggota Dewan Pun Terjebak Akibat Penutupan Jalan Dulloh

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Penutupan Jalan Dulloh, Kedaung, Neglasari, Kota Tangerang, oleh PT Grand Nirwana Indah (GNI) telah menciptakan dampak sosial yang parah bagi warga sekitar. Sebanyak 73 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terisolir.

Fakta ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi 1 DPRD Kota Tangerang dengan perwakilan masyarakat pada Kamis, 27 November 2025. Ketua Forum Suara Rakyat Kota Tangerang, Bambang Wahyudi, membeberkan kerugian yang dialami warga akibat penutupan yang sudah berlangsung sejak 3 November.

Bacaan Lainnya

“73 kepala keluarga dari 243 KK hari ini terisolir. Ada 4 unit kendaraan roda empat tidak bisa keluar dan ada 2 unit yang tidak bisa masuk,” ujar Bambang kepada awak Jurnalis.

Bambang juga mengungkapkan bahwa salah satu kendaraan yang terjebak dan belum bisa keluar adalah milik Anggota DPRD Komis 1 Kota Tangerang, Veri Montana. Pihak Forum Suara Rakyat membantah klaim PT GNI yang menyebut tidak ada masyarakat terisolir.

“Empat yang tidak bisa keluar, salah satunya adalah kendaraan anggota dewan, Veri Montana. Dan sejak 3 November sampai hari ini, 27 November, belum bisa keluar,” tutur dia.

Selain masalah kendaraan, aktivitas harian warga, termasuk anak-anak sekolah, turut terganggu karena harus memutar. Akses yang tadinya hanya 85 meter lebih kini memaksa warga harus menempuh jarak lebih dari setengah kilometer.

“Anak-anak sekolah, masih. Karena jalan itu ditutup, akhirnya aktivitas masyarakat harus berputar jauh, sekarang harus berputar lebih dari setengah kilo, muter. Karena memang aksesnya itu satu-satunya,” katanya.

Mengenai penggantian jalan, Bambang Wahyudi menjelaskan bahwa jalan yang dianggap sebagai pengalihan oleh PT GNI tidak dapat berfungsi. Jalan pengganti tersebut buntu karena ujungnya adalah tanah milik warga yang tidak mengizinkan akses umum.

“Jalan itu, jalan yang dimaksud oleh PT GNI, itu tidak memiliki akses keluar. Karena apa? Karena di penghujung jalan itu, itu tanah warga. Dan warganya tidak memperbolehkan,” imbuhnya.

Bambang mengapresiasi rekomendasi Komisi 1 yang menuntut agar PT GNI segera membuka jalan Dulloh hari ini juga. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, DPRD berjanji akan memanggil direksi untuk RDP lanjutan.

“Forum Suara Rakyat, sesuai dengan tuntutannya, agar jalan yang ditutup bisa langsung dibuka hari ini. Dan kita sepakat. Komisi 1, pimpinan RDP tadi, akan membuat rekomendasi agar PT Grand Nirwana hari ini juga membuka jalan itu,” tutup dia.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.