KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan Kota Tangerang memperkenalkan Software Sistem Informasi TB (SITB) sebagai solusi inovatif untuk mempermudah pemantauan dan penanganan kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Tangerang.
Aplikasi ini dirancang untuk digunakan oleh seluruh pemangku kepentingan dalam sistem kesehatan, mulai dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit, Dokter Praktek Mandiri, Klinik, Laboratorium, Instalasi Farmasi, hingga Dinas Kesehatan Kota Tangerang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Tangerang, dr. Hermayani menjelaskan, aplikasi SITB bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pencatatan, pelaporan, dan pemantauan kasus TBC.
Dengan adanya aplikasi ini, setiap fasilitas kesehatan dapat dengan mudah melaporkan data pasien TBC, yang kemudian dapat diakses oleh dinas kesehatan terkait untuk analisis dan tindak lanjut.
“Dengan menggunakan SITB, kita dapat lebih mudah memantau perkembangan kasus TBC, memastikan pengobatan yang tepat waktu, dan mengurangi risiko penyebaran penyakit,” ujarnya, Selasa, 2 Juli 2024.
Aplikasi ini juga memungkinkan koordinasi yang lebih baik antara berbagai tingkatan fasilitas kesehatan dan otoritas kesehatan. Dengan integrasi data yang real-time, setiap pihak dapat memperoleh informasi yang akurat dan terkini mengenai situasi TBC di lapangan.
Hal ini diharapkan dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dan strategis dalam upaya penanggulangan TBC.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang berharap bahwa implementasi SITB akan membawa perubahan signifikan dalam upaya memerangi TBC.”Dengan adanya sistem ini, kami optimis dapat menekan angka kejadian TBC dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.
Penggunaan SITB sejalan dengan upaya pemerintah dalam menerapkan teknologi informasi untuk meningkatkan layanan kesehatan dan memerangi penyakit menular. “aplikasi itu memudahkan kita untuk tatalaksana pengobatan sampai sembuh,”pungkasnya.









